Makanan Sehat Fondasi Generasi Unggul, Pemkab Kubar Genjot Sosialisasi B2SA di Sekolah

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 12:34 WIB
Rangkaian sosialisasi B2SA di SMPN 1 Tering. (IST)

 
Rangkaian sosialisasi B2SA di SMPN 1 Tering. (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, ​SENDAWAR — Membentuk fondasi generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menjadi komitmen serius Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), pemkab menggencarkan Sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang kali ini menyasar para pelajar di SMP Negeri 1 Tering, Selasa (21/7/2026).

​Kegiatan edukatif tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan penting. Di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat Rion, Kepala Seksi PTK SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat Windu, perwakilan TP PKK Kutai Barat Pokja III Julung Yose, perwakilan Bank Kaltimtara, jajaran Polsek Tering, Koramil Tering, pihak Kecamatan Tering, serta para dewan guru dan siswa SMP Negeri 1 Tering.

Baca Juga: Bupati Mahulu Ingatkan Petinggi Kampung, Jangan Ulangi Penyalahgunaan Dana Desa

​Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat, Rion, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini sangat krusial untuk membangun kesadaran gizi sejak usia dini. Menurutnya, penerapan pola konsumsi pangan yang tepat akan berdampak langsung pada kesehatan fisik, perkembangan mental, serta kemampuan daya serap belajar peserta didik di sekolah.

​"Tujuan sosialisasi ini adalah menyampaikan betapa pentingnya pemenuhan gizi bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak. Dari makanan yang sehat akan lahir siswa yang kuat dan sehat untuk menuntut ilmu. Harapan kita bersama, para siswa yang mengikuti kegiatan hari ini dapat tumbuh menjadi Generasi Emas pada tahun 2045 mendatang," ujar Rion.

Baca Juga: Bupati Mahulu Lantik 27 Petinggi Kampung, Tegaskan Larangan Penyalahgunaan Dana Desa  

​Dukungan penuh terhadap penguatan gizi anak juga datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat. Kepala Seksi PTK SMP, Windu, menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kesehatan peserta didik secara menyeluruh, bukan sekadar memberikan materi pelajaran di dalam kelas.

​"Pendidikan bukan hanya menyampaikan pembelajaran, tetapi juga menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang siswa yang optimal. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen mendukung program ketahanan pangan demi kemajuan pendidikan di Kutai Barat," tegas Windu.

Baca Juga: Syarat Kualifikasi Khusus Jadi Alasan, JPT Kepala Dinkes PPU Sepi Pendaftar

​Sementara itu, perwakilan TP PKK Pokja III, Julung Yose menambahkan pesan praktis kepada para siswa agar mulai membiasakan diri menyantap sarapan pagi yang bergizi sebelum berangkat ke sekolah. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai efektif dalam menjaga kebugaran tubuh sekaligus mendongkrak tingkat konsentrasi selama proses belajar mengajar berlangsung.

​Melalui sinergi lintas sektor yang terjalin dalam kegiatan ini, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat optimistis budaya konsumsi pangan B2SA dapat mengakar kuat di lingkungan pelajar dan keluarga, guna mewujudkan sumber daya manusia Kutai Barat yang tangguh dan berdaya saing. (*)

Editor : Sukri Sikki
Rion Pemkab Kutai Barat smp sosialisasi dinas ketahanan pangan