Tokoh pendiri PDA sekaligus mantan Bupati Kutai Barat dua periode, Ismael Thomas, mengaku bersyukur roda organisasi kembali berjalan aktif di bawah kepemimpinan Ketua PDA Yurang bersama jajaran pengurusnya.
"Saya ucapkan selamat dan bersyukur. Ketua PDA, Yurang, beserta jajarannya bisa kembali menggerakkan roda organisasi PDA," ujarnya.
Menurut Ismael, usia seperempat abad menjadi momentum penting bagi PDA untuk memperkuat perannya sebagai lembaga yang mampu mengayomi dan menyelesaikan berbagai persoalan berkaitan dengan adat istiadat di Kutai Barat.
Ia menilai PDA tidak hanya bertugas menjaga kelestarian budaya, tetapi juga harus menjadi motor penggerak yang mampu merangkul kepala adat tingkat kecamatan maupun kampung guna memperkuat eksistensi masyarakat adat di Bumi Tana Purai Ngeriman.
Lebih jauh, Ismael mendorong agar ruang gerak PDA diperluas hingga mencakup pelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, perlindungan terhadap kekayaan alam tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat adat.
"Saat ini banyak tumbuhan asli Kubar, misalnya tanaman buah-buahan atau binatang khas Kubar, sudah sulit ditemukan," katanya.
Ia berharap PDA dapat membangun sinergi antara pelestarian adat dan konservasi lingkungan sehingga kekayaan budaya serta keanekaragaman hayati Kutai Barat tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Perayaan HUT ke-25 PDA juga menjadi simbol kebangkitan organisasi yang sebelumnya mengalami kevakuman sejak 2016 hingga awal 2025. Dengan aktifnya kembali kelembagaan adat tersebut, diharapkan peran masyarakat adat dalam pembangunan daerah semakin kuat, baik dalam menjaga nilai-nilai budaya maupun kelestarian lingkungan.
Editor : Muhammad Ridhuan