Alsiyus mengaku takjub melihat semangat luar biasa dari para atlet yang tetap berlatih secara konsisten meskipun fasilitas yang tersedia masih membutuhkan banyak pembenahan. Ia menilai lokasi latihan saat ini memiliki risiko yang cukup tinggi bagi keselamatan atlet.
"Kalau kita lihat sekarang, tempat latihan lumayan berisiko tinggi. Tempat start itu harusnya disemenisasi, demikian juga tempat mendarat yang masih jauh dari kata standar," ujarnya, Selasa (21/7/2026). Melihat kondisi tersebut, KONI Kubar sangat mengharapkan adanya dukungan nyata dari pihak-pihak terkait untuk mengalokasikan anggaran dalam rangka menyiapkan fasilitas latihan yang sesuai standar.
Menurutnya, pembenahan infrastruktur ini sangat wajar dan tidak berlebihan jika dikomparasikan dengan prestasi luar biasa yang telah dipersembahkan oleh para atlet paralayang untuk daerah. Sementara itu, Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutai Barat, Suwanto, merinci berbagai kendala teknis dan nonteknis yang selama ini dihadapi oleh para atlet di lapangan.
Dari segi teknis, sarana latihan tercatat masih sangat minim. Sebagian besar peralatan utama seperti parasut masih merupakan milik pribadi atlet dan belum ada pengadaan inventaris tetap dari pengurus. Kondisi fisik lokasi take-off dan landing yang jauh dari kata layak turut diperparah oleh akses jalan jemputan yang mengalami kerusakan.
Selama ini, rombongan terpaksa menggunakan jalur alternatif melewati jalan tani dengan jarak tempuh yang jauh memutar. Begitu pula dengan sarana transportasi penjemputan atlet yang masih mengandalkan kendaraan pribadi berupa mobil maupun sepeda motor milik rekan-rekan sesama pengurus dan atlet.
"Kendala nonteknis juga menjadi hambatan tersendiri dalam rutinitas latihan, terutama yang berkaitan dengan faktor cuaca dan arah angin, " ucapnya. Seringkali para atlet yang telah menempuh perjalanan jauh dari Barong menuju titik latihan harus mengurungkan niat terbang karena hujan turun atau arah angin yang tidak sesuai atau tidak dari depan (headwind).
Selain faktor alam, Suwanto juga menekankan pentingnya kepastian terkait bonus prestasi dan pelaksanaan Training Center (TC). Kepastian nilai bonus dan dukungan anggaran latihan dinilai memegang peran krusial sebagai pemicu motivasi utama dan penyemangat bagi para atlet dalam menjaga ritme latihan secara berkesinambungan. (riz)
Editor : Muhammad Rizki