KALTIMPOST.ID, SENDAWAR -Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengambil langkah strategis dalam menata masa depan infrastruktur lingkungan dengan menggelar audiensi pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK). Kegiatan ini diarahkan untuk merumuskan arah pembangunan sektor sanitasi periode 2026–2030.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Koordinasi Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, Kamis (23/7/2026), dipimpin Sekretaris Kabupaten Erick Victory dan diikuti perwakilan perangkat daerah terkait serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga: Wakil Bupati Kutai Barat Resmikan Pelatihan Implementasi Whole School Approach di Bongan
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Badan Bappeda Kabupaten Kutai Barat Florensius Steven, Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda, Kepala Bidang PSLB3PK Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur, serta perangkat daerah terkait.
Dalam laporannya, Sekretaris Bappeda Florensius Steven menyampaikan bahwa pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten menjadi bagian penting dalam memperkuat perencanaan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya pengelolaan air limbah domestik, persampahan, dan drainase lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan.
Menurutnya, Kabupaten Kutai Barat telah menyelesaikan pelaksanaan Strategi Sanitasi Kabupaten periode 2021–2025. Memasuki periode kedua tahun 2026–2030, dokumen tersebut perlu diperbarui agar selaras dengan kondisi terkini, kebutuhan masyarakat, serta prioritas pembangunan daerah.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Meningkat, DP3AKB Perkuat Peran Gugus Tugas KLA
Mewakili Bupati Kutai Barat, Sekretaris Daerah Erick Victory menegaskan bahwa pembangunan sektor sanitasi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan hidup, serta daya saing daerah.
"Pengelolaan air limbah domestik dan persampahan merupakan infrastruktur dasar yang harus menjadi perhatian bersama. Melalui perencanaan yang baik, kita dapat mewujudkan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat," tegasnya.
Sekda berharap pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Selain itu, dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menetapkan program prioritas, memperkuat regulasi, mengoptimalkan alokasi anggaran, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan limbah rumah tangga secara lebih baik.
Hasil pemutakhiran dokumen strategi sanitasi kabupaten selanjutnya akan disampaikan kepada Bupati Kutai Barat sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mewujudkan pembangunan sanitasi yang berkelanjutan, terpadu, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)
Editor : Sukri Sikki