Peringati Hari Hepatitis Sedunia, Dinkes Kubar Edukasi Pelajar lewat Senam dan Dialog Kesehatan

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 17:18 WIB
MITIGASI: Dialog Dinas Kesehatan memberikan edukasi kepada siswa terkait ancaman hepatitis.
MITIGASI: Dialog Dinas Kesehatan memberikan edukasi kepada siswa terkait ancaman hepatitis.

KALTIMPOST.ID, ​SENDAWAR — Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat menggelar kegiatan senam bersama yang dirangkai dengan bincang-bincang kesehatan di Alun-Alun Itho, Sendawar, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pelajar dari lima sekolah jenjang SMP dan SMA di wilayah Kecamatan Barong Tongkok sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan hepatitis.

​Acara diawali dengan senam bersama yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam sebagai bentuk kampanye penerapan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik secara rutin.

Baca Juga: Edukasi pangan sehat B2SA, Dinas Ketahanan Pangan Kubar sambangi SMPN 2 Gunung Rampah

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Dinas Kesehatan dalam mengajak masyarakat membudayakan gaya hidup sehat sebagai langkah preventif terhadap berbagai penyakit.

​Usai senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan bincang-bincang kesehatan yang menghadirkan narasumber Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar Kutai Barat, dr. Marisye Christantia, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, Barnabas, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, Weda.

​Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar, dr Marisye Christantia, mengatakan peringatan Hari Hepatitis Sedunia merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hati melalui perilaku hidup bersih dan sehat serta deteksi dini.

​"Hepatitis merupakan penyakit yang dapat dicegah. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat, khususnya para pelajar, harus terus dilakukan agar mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia," ujarnya.

Baca Juga: Produktivitas Sawit Rakyat Baru 2,9 Ton, Disbun Ungkap Deretan PR Besar

​Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hepatitis adalah peradangan pada organ hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun faktor lainnya. Ia menekankan bahwa sebagian besar kasus hepatitis dapat dicegah melalui vaksinasi, menjaga kebersihan diri, menghindari perilaku berisiko, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

​"Hepatitis sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Edukasi dan deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius," jelasnya.

​Bincang-bincang kesehatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat respons positif dari para pelajar. Berbagai pertanyaan mengenai penyebab, gejala, cara penularan, hingga upaya pencegahan hepatitis disampaikan peserta dan dijawab secara langsung oleh para narasumber.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, Barnabas berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan diri. "Tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menyebarluaskan informasi yang benar mengenai hepatitis di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat," harapnya.

​Peringatan Hari Hepatitis Sedunia ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Kesehatan dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan kesadaran terhadap pencegahan hepatitis terus meningkat sehingga mampu mewujudkan masyarakat Kutai Barat yang sehat, produktif, dan berkualitas. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
hepatitis Kutai Barat edukasi hepatitis pelajar pencegahan hepatitis Dinkes Kutai Barat hari hepatitis sedunia