SENDAWAR— Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan pentingnya memperkuat upaya pencegahan penyakit jantung melalui edukasi, promosi pola hidup sehat, dan sinergi lintas sektor.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Kutai Barat Masa Bakti 2026–2031 yang digelar di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Jumat (24/7/2026).
Pelantikan ini dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji, jajaran Forkopimda, DPRD, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kutai Barat yang diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai penyakit jantung.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami gejala awal penyakit jantung sehingga sering menganggap nyeri dada sebagai keluhan biasa. Karena itu, YJI diharapkan aktif memberikan edukasi agar masyarakat mampu mengenali tanda-tanda awal penyakit jantung dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sebelum kondisinya memburuk.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Peran Yayasan Jantung Indonesia sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung sejak dini,” ujarnya.
Seno Aji juga mendorong budaya hidup sehat melalui olahraga rutin, seperti senam jantung sehat yang telah diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur setiap Jumat pagi sebagai salah satu langkah preventif menjaga kesehatan jantung.
Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, amanah yang diterima bukan sekadar kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyakit jantung yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Ia berharap kepengurusan YJI Kutai Barat segera menyusun program kerja yang inovatif, terukur, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama melalui edukasi di sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan kelompok masyarakat. Selain itu, ia mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Baznas, hingga sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
YJI juga didorong membentuk Klub Jantung Sehat, mengembangkan senam jantung sehat secara rutin, mengampanyekan pola makan bergizi seimbang, menghindari rokok dan vape, serta melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kutai Barat, dalam sambutan yang dibacakan, mengucapkan selamat kepada Maria Christina Mozes Edwin beserta seluruh pengurus YJI Cabang Kutai Barat Masa Bakti 2026–2031. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya mendukung seluruh program Yayasan Jantung Indonesia sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Bupati juga mengajak pengurus memperluas pembentukan Klub Jantung Sehat hingga ke tingkat kecamatan dan kampung agar olahraga preventif menjadi budaya masyarakat. Selain itu, pengurus diminta terus mengedukasi masyarakat melalui konsep Panca Usaha Jantung Sehat dengan menerapkan formula SEHAT. Yakni Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi stres, Awasi tekanan darah, dan Teratur berolahraga, serta memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menekan angka penyakit jantung di Kutai Barat. (riz)