SENDAWAR – Tahapan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) 2026 memasuki fase pemusatan pendidikan dan latihan (Pusdiklat). Sebanyak peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pradiklat akan menjalani karantina dan pembinaan selama tiga pekan melalui konsep "Desa Bahagia" yang mengedepankan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila.
Program Pusdiklat dijadwalkan dibuka secara resmi pada Rabu (29/7) di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Sendawar.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Keagamaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Barat, Ramadan, mengatakan konsep Desa Bahagia sengaja diterapkan agar peserta menjalani pendidikan dalam suasana yang menyenangkan, aman, dan bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan.
"Doktrin awal kami membuat nama Desa Bahagia agar mereka berpikir positif, masuk ke dalam karantina dalam keadaan senang, dan tanpa rasa takut. Di Desa Bahagia ini, nilai-nilai Pancasila diutamakan sehingga di situlah mereka bisa menemukan kebahagiaan," ujarnya kepada Kaltim Post, Selasa (28/7).
Baca Juga: Kesetaraan Gender di Kubar Masih 3,9 Persen, Aparatur Dibekali Strategi PUG
Menurut Ramadan, pembentukan karakter peserta dilakukan melalui sistem pengasuhan yang terstruktur. Selama berada di Pusdiklat, para Capaska akan didampingi senior atau mentor yang disebut pamong, berasal dari unsur Duta Pancasila dan Kesbangpol Kutai Barat.
Ia menjelaskan, seluruh pamong telah mengikuti pendidikan khusus dan memiliki sertifikat dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sehingga proses pendampingan dilakukan sesuai standar pembinaan yang telah ditetapkan.
Selain latihan fisik dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), peserta juga akan mengikuti berbagai materi pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan kepemimpinan.
Materi yang diberikan meliputi kepaskibrakaan, pendidikan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, hingga literasi digital. Untuk mendukung pembelajaran tersebut, Kesbangpol menggandeng sejumlah instansi, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Barat sebagai pemateri literasi digital serta Kodim 0912/Kutai Barat yang memberikan materi ketahanan nasional.
Sementara itu, Danki Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim, Ipda Abdullah Hadi Iswanto, mengatakan pola pembinaan tahun ini secara umum masih mengacu pada pelaksanaan sebelumnya, namun tetap disempurnakan berdasarkan hasil evaluasi.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan peserta.
"Porsi kegiatan fisik tetap disesuaikan secara proporsional dengan tujuan utama pembinaan karakter, sehingga peserta mampu berkembang tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan kepribadian," ujarnya.
Editor : Muhammad Ridhuan