ABK Ditemukan Meninggal di Kapal Tugboat di Sungai Mahakam, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:36 WIB
EVAKUASI: Personel Polres Kutai Barat mengevakuasi ABK yang meninggal dunia di atas Kapal TB Putra Rupat I di perairan Sungai Mahakam, Kampung Muyub, Kecamatan Tering.
EVAKUASI: Personel Polres Kutai Barat mengevakuasi ABK yang meninggal dunia di atas Kapal TB Putra Rupat I di perairan Sungai Mahakam, Kampung Muyub, Kecamatan Tering.

SENDAWAR – Seorang anak buah kapal (ABK) ditemukan meninggal dunia di atas Kapal TB Putra Rupat I yang sedang berada di perairan Sungai Mahakam, Kampung Muyub, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (28/7) dini hari. Hingga kini, penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan kepolisian.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 Wita oleh rekan sesama ABK yang berada di atas kapal. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti personel gabungan Satpolairud dan Satreskrim Polres Kutai Barat dengan mendatangi lokasi kejadian.

Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Dalam proses penyelidikan, penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di kapal saat kejadian. Mereka masing-masing adalah Lewi (32), warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Yopan (26), pelaut asal Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta Crismar (26), pelaut yang bertugas di kapal yang sama.

Baca Juga: 45 Calon Paskibraka Kubar Mulai Diklat, Disiapkan Jadi Generasi Berkarakter Pancasila

Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna menjalani visum et repertum.

Saat ini, kasus tersebut sepenuhnya ditangani Satreskrim Polres Kutai Barat yang masih mendalami hasil pemeriksaan saksi, barang bukti, serta hasil visum.

Kasat Polairud Polres Kutai Barat, Iptu Hariyadi, mengimbau seluruh perusahaan pelayaran maupun para ABK yang beroperasi di wilayah Sungai Mahakam agar selalu mengutamakan keselamatan kerja dan memperhatikan kondisi kesehatan selama bertugas.

Ia juga meminta seluruh kru kapal segera melaporkan kepada aparat apabila terjadi situasi darurat maupun kejadian yang memerlukan penanganan kepolisian.

"Proaktif melapor kepada aparat jika menghadapi situasi darurat di atas kapal," pungkasnya, Rabu (29/7).

Editor : Muhammad Ridhuan
ABK meninggal Kapal TB Putra Rupat I Berita Kutai Barat sungai mahakam Polres Kutai Barat