KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengambil langkah proaktif mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pencegahan dan Penanganan Karhutla melalui sarana video conference di Aula Atlas (Tribrata) Polres Kutai Barat, Selasa (4/8/2026).
Rakorda dihadiri unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat daerah terkait, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), kalangan dunia usaha, serta jajaran pemerintah kecamatan dan kampung.
Baca Juga: Sanggar Seni Papatn Puti Kubar Raih Juara III Lomba Tari Kreasi Festival Wonderful Nusantara
Mengingat Kutai Barat memiliki kawasan hutan, lahan, dan perkebunan yang luas, wilayah ini dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap karhutla yang dapat berdampak buruk pada kerusakan lingkungan, penurunan kualitas udara, gangguan kesehatan, hingga lumpuhnya aktivitas sosial dan ekonomi.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dalam arahannya menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di tengah masifnya sektor perkebunan dan kehutanan.
"Tercatat, luas perkebunan kelapa sawit di Kaltim mencapai sekitar tiga juta hektare dengan 1,6 juta hektare di antaranya telah berproduksi, sementara kawasan hutan alam dan hutan tanaman industri seluas kurang lebih delapan juta hektare harus terus dijaga kelestariannya," ucapnya.
Baca Juga: Bupati Kutai Barat Instruksikan Percepatan Pembangunan dan Optimalisasi Serapan Anggaran 2026
Ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi menghadapi musim kemarau dan ancaman fenomena El Niño.
Sementara Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan bahwa pencegahan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanggulangan bencana ini.
Pihaknya menginstruksikan pembentukan posko siaga hingga tingkat desa, pelaksanaan patroli terpadu secara rutin, serta peningkatan sinergi dan kesiapsiagaan personel maupun sarana prasarana tanpa menunggu api membesar. (*)
Editor : Duito Susanto