KALTIMPOST.ID, SENDAWAR- Tradisi lisan Etnik Rentenuukng di Kabupaten Kutai Barat mulai menghadapi ancaman hilang seiring berkurangnya para penutur. Kondisi itu mendorong Pusat Riset Kecirot menyusun buku yang mendokumentasikan cerita rakyat beserta nilai moral yang terkandung di dalamnya.
Program tersebut dipaparkan dalam laporan pendahuluan bertajuk Penulisan Buku Perspektif Moral Folklor Etnik Rentenuukng: Kumpulan Cerita Rakyat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Rabu (5/8).
Ketua tim peneliti, Inosensius Syukur, mengatakan dokumentasi dilakukan untuk merekam cerita rakyat yang selama ini diwariskan secara lisan sebelum semakin banyak sumber cerita yang hilang. "Dokumentasi ini penting agar cerita rakyat tidak berhenti pada generasi sekarang, tetapi tetap dapat dipelajari oleh generasi berikutnya," ujarnya.
Menurut dia, proses penyusunan buku diawali dengan verifikasi narasumber, pengurusan etika penelitian, penyusunan kerangka kajian, hingga penyiapan instrumen wawancara dan dokumentasi audio visual.
Buku tersebut tidak hanya memuat kumpulan cerita rakyat, tetapi juga mengkaji nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Ke depan, hasil penelitian juga direncanakan dikembangkan menjadi arsip digital, podcast dwibahasa, dan materi pembelajaran agar lebih mudah diakses masyarakat, terutama generasi muda. (riz)
Editor : Muhammad Rizki