Pemkab Kutai Barat Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:32 WIB
SIAGA: Forkopimda Kutai Barat menggelar apel siaga dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, Kamis (6/8).
SIAGA: Forkopimda Kutai Barat menggelar apel siaga dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, Kamis (6/8).

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla 2026 di Lapangan Makodim 0912/Kutai Barat, Kamis (6/8).

Apel tersebut menjadi momentum mempertegas sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi ancaman kebakaran selama musim kemarau.

Baca Juga: Viral Video Wanita Bergamis Aksi Tak Senonoh di IKEA Indonesia, Manajemen Akhirnya Buka Suara

Apel dipimpin Mayor Inf Agus Sutanto selaku Perwira Penghubung Kabupaten Mahakam Ulu Kodim 0912/Kutai Barat yang membacakan amanat Komandan Kodim 0912/Kutai Barat. Dalam amanat tersebut ditekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur agar mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat terjadi karhutla.

Seluruh posko siaga diminta memastikan kesiapan personel, kelengkapan peralatan, pemetaan sumber air, hingga jalur mobilisasi. Upaya deteksi dini juga menjadi prioritas untuk meminimalkan risiko meluasnya kebakaran.

Dalam amanat itu juga ditegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan satu instansi saja. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, relawan, hingga masyarakat harus bergerak bersama dalam satu koordinasi untuk mencegah sekaligus menangani kebakaran secara efektif.

Baca Juga: Ekspor Nonmigas Kaltim Naik 13,10 Persen, India dan Australia Catat Pertumbuhan Tertinggi

Kutai Barat menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur yang memiliki potensi karhutla cukup tinggi saat musim kemarau. Luas kawasan hutan dan perkebunan, ditambah aktivitas pembukaan lahan, menjadi faktor yang meningkatkan kerawanan. Dampaknya tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas transportasi, hingga perekonomian daerah.

Usai apel, seluruh personel mengikuti pemeriksaan kesiapan pasukan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta instansi terkait lainnya. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kendaraan operasional dan peralatan pemadaman untuk memastikan seluruh sarana dalam kondisi siap pakai.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan reaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla 2026 sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 3/2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat koordinasi, pengendalian, pemantauan, serta evaluasi penanganan karhutla secara terpadu.

Baca Juga: Manchester United Pecahkan Rekor Sponsor Latihan, Betway Gelontorkan Rp482 Miliar

Melalui apel siaga ini, Pemkab Kutai Barat memastikan kesiapan sumber daya manusia maupun peralatan menghadapi potensi karhutla. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (*)

Editor : Dwi Restu A
Pemkab Kubar Kesiapsiagaan sinergi karhutla