Trauma Healing Polres Kubar Pulihkan Keceriaan Anak Korban Longsor Muara Bunyut

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 07:45 WIB
Polres Kutai Barat bersama Polsek Melak dan Bhayangkari Ranting Melak menggelar trauma healing bagi korban longsor di Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Sabtu (8/8).
Polres Kutai Barat bersama Polsek Melak dan Bhayangkari Ranting Melak menggelar trauma healing bagi korban longsor di Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Sabtu (8/8).

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR—Keceriaan kembali terpancar dari wajah puluhan anak di Kampung Muara Bunyut RT 001, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (8/8).

Di tengah suasana duka dan kecemasan setelah bencana tanah longsor, Polres Kutai Barat bersama Polsek Melak dan Bhayangkari Ranting Melak hadir memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada warga terdampak.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak bersama Ketua Bhayangkari Ranting Melak, Ny. Titin Rinto.

Baca Juga: Pengganti Nadeo Tiba, Borneo FC Resmi Kunci Eks Kiper FC Porto Kadu Monteiro

Turut terlibat Ps. Kanit Intelkam Polsek Melak Aipda Febry, tujuh personel Satlantas Polres Kutai Barat, lima personel Polsek Melak, enam polisi wanita (Polwan) Polres Kutai Barat, serta lima pengurus PC Bhayangkari Ranting Melak.

Sebanyak 60 warga korban longsor mengikuti kegiatan tersebut. Rinciannya, 10 orang dewasa dan 50 anak-anak.

Untuk mencairkan ketegangan serta mengurangi rasa takut setelah bencana, petugas menggelar berbagai kegiatan interaktif yang ramah anak.

Suasana posko pengungsian pun berubah lebih ceria. Anak-anak diajak bermain dengan balon warna-warni, mewarnai gambar, bernyanyi bersama, hingga mengikuti gim edukatif.

Keceriaan semakin terasa ketika anak-anak diajak bermain sepak bola bersama badut keliling yang sengaja didatangkan untuk menghibur mereka.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian makanan ringan kepada para peserta.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Bapenda Kaltim Kaji Pajak Air Permukaan Kebun Sawit untuk Tambah PAD

Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak mengatakan, trauma healing menjadi salah satu langkah preventif untuk membantu korban bencana memulihkan kondisi psikologis.

“Trauma healing ini kami laksanakan untuk mengurangi kecemasan berlebih, rasa takut, dan kesedihan akibat bencana. Kami ingin mencegah trauma berkembang menjadi gangguan stres pascatrauma. Khususnya untuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang paling rentan terdampak,” ujar Rinto.

Menurut dia, pendampingan tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi mental warga. Kegiatan tersebut juga diharapkan membantu korban beradaptasi selama berada di posko pengungsian.

Pendekatan humanis itu diharapkan dapat mengurangi kecemasan warga terhadap kemungkinan longsor susulan. Selain itu, semangat hidup, optimisme, dan daya tahan psikologis masyarakat diharapkan kembali tumbuh.

Dengan begitu, warga dapat menghadapi masa pemulihan pascabencana dengan kondisi mental yang lebih baik.

Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, situasi di lokasi pengungsian terpantau aman, tertib, dan lancar. (*)

Editor : Ery Supriyadi
trauma healing longsor Muara Bunyut korban longsor Kutai Barat Polres Kutai Barat