Sebagai langkah awal penguatan kapasitas aparatur dan operator layanan, Pemkab Kutai Barat melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Call Center 112 pada Senin, (10/8/2026), bertempat di Ruang Rapat Kantor Diskominfo Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan ini ditujukan kepada personel penyelenggara layanan yang sebelumnya telah ditugaskan untuk mendukung operasional Call Center 112 sebagai bagian dari persiapan dan pemantapan layanan panggilan darurat di daerah.
Bimtek tersebut menghadirkan narasumber dari penyedia layanan 112 PT Jasnita asal Jakarta, Veronika Astuti. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja Bidang Pemadam Kebakaran, perwakilan kecamatan, serta sejumlah perangkat daerah terkait lainnya.
Baca Juga: Jangan Parkir Sembarangan! Ini Skema Baru Parkir Pengunjung Teras Samarinda II
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek teknis dan operasional layanan Call Center 112. Materi yang diagendakan meliputi pengenalan sistem dan alur layanan, simulasi penggunaan perangkat aplikasi dan komunikasi yang dipandu langsung oleh Veronika Astuti, serta penguatan koordinasi lintas instansi dalam penanganan panggilan darurat.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan layanan kegawatdaruratan. Melalui kegiatan ini, para personel diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme penerimaan, pengelolaan, dan koordinasi tindak lanjut terhadap panggilan darurat dari masyarakat.
Selain aspek teknis, koordinasi lintas instansi juga menjadi bagian vital dalam memastikan setiap laporan kegawatdaruratan dapat ditangani secara cepat dan tepat sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah maupun instansi terkait.
Layanan nomor tunggal panggilan darurat 112 pada prinsipnya membutuhkan keterpaduan yang solid antara sistem, operator, perangkat komunikasi, serta kesiapan instansi yang menjadi bagian dari respons kedaruratan. Karena itu, pembekalan dan simulasi ini menjadi langkah krusial sebelum layanan dioperasikan secara optimal.
Baca Juga: Pembangunan Lapangan HOP 1 Bontang Dikebut, DPRD Dorong Panggung Seni Jadi Prioritas
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap penguatan kapasitas melalui Bimtek tersebut dapat mendukung terwujudnya layanan panggilan darurat yang responsif, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Upaya peningkatan kualitas layanan publik melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan koordinasi antarinstansi ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan pemerintahan yang semakin efektif dan mudah diakses oleh masyarakat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo