Sepi Pembeli, Pedagang Bendera Musiman di Kubar Keluhkan Omzet Menurun

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:24 WIB
Pedagang bendera musiman, Ujang, menata dagangannya yang masih tersisa di Sendawar, Kutai Barat, Rabu (12/8/2026). (K SUNARDI/KALTIM POST)
Pedagang bendera musiman, Ujang, menata dagangannya yang masih tersisa di Sendawar, Kutai Barat, Rabu (12/8/2026). (K SUNARDI/KALTIM POST)

 
KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, aktivitas ekonomi musiman biasanya meningkat dengan maraknya penjual atribut merah putih di pinggir jalan. Namun, kondisi berbeda dirasakan Ujang, pedagang bendera dan umbul-umbul musiman di Sendawar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Tahun ini, pria perantau asal Jawa Barat tersebut harus menerima kenyataan omzet penjualannya merosot dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya tanggal segini sudah habis dagangan saya,” ungkap Ujang saat ditemui di lapak dagangannya, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Liga Putri Indonesia Kembali Bergulir, Enam Klub Siap Bertanding

Setiap Agustus, momentum tersebut dimanfaatkan Ujang dan sejumlah pedagang musiman lainnya untuk mengadu nasib di Bumi Tana Purai Ngeriman. Berbekal berbagai atribut kemerdekaan, mulai dari bendera merah putih berbagai ukuran, umbul-umbul dengan beragam desain, hingga latar belakang untuk dekorasi kantor, ia mendirikan lapak sederhana untuk memenuhi kebutuhan warga Sendawar.

Biasanya, memasuki pertengahan Agustus, stok barang yang dibawanya dari Pulau Jawa mulai menipis, bahkan habis terjual. Namun, pemandangan berbeda terlihat di lapaknya tahun ini. Tumpukan bendera dan umbul-umbul masih memenuhi area pajangan, menandakan penjualan berjalan lebih lambat.

Lesunya penjualan tahun ini diakui Ujang menimbulkan kekhawatiran. Meskipun atribut kemerdekaan menjadi bagian penting dalam memeriahkan bulan kemerdekaan, daya beli masyarakat dinilai mengalami perubahan. Selain faktor ekonomi dan menurunnya minat berbelanja langsung di lapak pinggir jalan, persaingan dengan perdagangan digital atau online juga turut memengaruhi omzet pedagang tradisional.

Kendati demikian, Ujang tetap berusaha tegar menghadapi kondisi tersebut. Ia meyakini semangat nasionalisme warga Kubar dalam menyambut hari kemerdekaan dapat mendorong peningkatan pembelian pada hari-hari terakhir menjelang 17 Agustus.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Dorong Aturan Kendaraan Berat Naik Jadi Perda

“Harapannya tentu ada peningkatan pembeli dalam beberapa hari ke depan, baik dari warga perorangan maupun instansi, supaya sisa dagangan ini bisa segera habis,” pungkasnya optimistis. (*)

Editor : Ery Supriyadi
pedagang bendera Kubar bendera HUT RI peniualan bendera sendawar Kutai Barat