Kelas Sarut Masuk Sekolah di Kubar, Menyasar 18 SD di Kecamatan Damai

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:14 WIB
Kegiatan peluncurkan aksi perubahan pelatihan kepemimpinan pengawas angkatan I tahun 2026 bertajuk “Sarut Berdaya" penguatan pendidikan berbasis budaya lokal melalui kelas sarut di Kecamatan Damai.
Kegiatan peluncurkan aksi perubahan pelatihan kepemimpinan pengawas angkatan I tahun 2026 bertajuk “Sarut Berdaya" penguatan pendidikan berbasis budaya lokal melalui kelas sarut di Kecamatan Damai.

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kecamatan Damai, Kutai Barat, meluncurkan program “Sarut Berdaya” untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya lokal melalui pembelajaran sarut di sekolah. Program tersebut menyasar 18 sekolah dasar dengan 1.972 siswa dan 179 guru.

Peluncuran Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 itu berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Damai, Kamis (13/8/2026). Pada tahap awal, kelas sarut diterapkan sebagai proyek percontohan di SDN 001 Damai dan SDN 004 Damai.

Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Damai, Severa Ernesta, selaku penggagas program, mengatakan pelaksanaan Kelas Sarut akan didukung surat edaran camat, buku panduan, serta standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga: Karhutla di Kaltim Melonjak Tajam di Agustus 2026, Paser dan Kutai Barat Catat Kejadian Terbanyak

Program tersebut melibatkan 24 kelompok KP2L dan 293 perajin sarut sebagai narasumber praktik. Selain itu, pemerintah kecamatan menggandeng pengawas sekolah, pemerintah kampung, satuan pendidikan, dunia usaha, dan sejumlah pihak terkait.

Camat Damai Iman Setiadi mengatakan pembelajaran sarut di sekolah diharapkan tidak berhenti pada pengenalan budaya, tetapi memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari dan mempraktikkan keterampilan tersebut. “Budaya tidak akan bertahan hanya dengan dikenali, melainkan harus dipelajari, dipraktikkan, diwariskan, dan diberikan ruang untuk berkembang,” kata Iman.

Menurut dia, pelibatan siswa secara langsung penting agar keterampilan sarut tetap dikenal oleh generasi muda. Pemerintah kecamatan juga mendorong proses pembelajaran dan hasil karya siswa didokumentasikan serta dipublikasikan melalui media digital.

Baca Juga: Awas Hangus! Mahasiswa Kaltim Wajib Lapor Diri Sebelum 30 September untuk Dapatkan Gratispol

Ketua Harian Dekranasda Kutai Barat, Uji Rinjani, mengatakan lembaganya mendukung pelaksanaan program tersebut. Selain pelestarian budaya, keterampilan sarut dinilai berpotensi dikembangkan menjadi produk ekonomi masyarakat melalui promosi dan pemasaran berbasis teknologi.

Program Sarut Berdaya merupakan bagian dari Aksi Perubahan PKP Angkatan I Tahun 2026. Pemerintah Kecamatan Damai berharap program tersebut dapat dikembangkan setelah tahap percontohan sehingga pembelajaran budaya lokal dapat diterapkan secara lebih luas di sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

Dengan cakupan 18 SD, program ini berpotensi menjadi salah satu model pembelajaran budaya lokal di tingkat kecamatan, terutama jika didukung kurikulum pembelajaran yang jelas, ketersediaan pengajar atau perajin, serta evaluasi terhadap hasil pelaksanaannya. (riz)

 
 
 
Editor : Muhammad Rizki
Sarut Berdaya Program Sarut Berdaya kubar