Hendak Pasang Jaring Ikan, Warga Nyuatan Kubar Diterkam Buaya Sepit 3 Meter

Ari Arief • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:04 WIB
DISANTAP: Karena menggigit pencari ikan nasib buaya ini berakhir tragis. Jadi santapan warga.(IST)
DISANTAP: Karena menggigit pencari ikan nasib buaya ini berakhir tragis. Jadi santapan warga.(IST)

 

KALTIMPOST.ID,SENDAWAR–Nasib naas menimpa Edi Susanto Sius, warga Kampung Lakan Bilem, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Pria tersebut menjadi korban serangan buaya sepit (Tomistoma schlegelii) saat hendak memasang jaring ikan di Sungai Telaus, Selasa (11/8) siang sekira pukul 13.00 Wita.

Kapolsek Damai, Kubar, Ipda Gery Purnomo membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi saat kondisi air Sungai Telaus sedang surut akibat kemarau panjang, sehingga membuat aliran sungai menyempit.

Baca Juga: Gangguan Kelistrikan Landa Kaltim, PLN Belum Ungkap Penyebab

"Saat itu air lagi dangkal dan terjadi penyempitan sungai. Karena merasa terusik, akhirnya buaya tersebut menyerang korban," terang Ipda Gery kepada wartawan dan dikutip Jumat (14/8),

Sempat Dikira Labi-Labi

Insiden bermula ketika Edi bersama keluarganya berencana mencari ikan. Melihat banyaknya ikan yang berkumpul di area sungai yang dangkal, Edi memutuskan turun ke air untuk merentangkan jaring.

Baca Juga: Ancam Sistem Saraf dan Bikin Halusinasi, Mendagri Minta Pemda Waspadai Peredaran Gelap Ketamin

Namun naas, saat berada di dalam air, kaki Edi mendadak diterkam. Korban yang awalnya mengira diserang labi-labi atau kura-kura, terkejut saat menyadari kaki kirinya dicengkeram predator mematikan. Dalam kondisi terdesak, Edi nekat melawan menggunakan tangan kosong hingga gigitan buaya tersebut akhirnya terlepas.

"Korban melawan dengan tangan kosong untuk melepaskan kakinya dari mulut buaya hingga akhirnya terlepas," ujar Gery.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Soroti Capaian Omzet KKMP Rp 1,6 Miliar, Minta Evaluasi Operasional

Akibat serangan tersebut, Edi mengalami luka sobek serius di bagian kaki serta patah tulang pada pangkal tangan kanan. Korban langsung dievakuasi warga ke Rumah Sakit Permata Linggang Bigung untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Buaya Ditangkap dan Dimutilasi Warga

Kabar diterkamnya Edi dengan cepat memicu kemarahan warga sekitar. Tidak lama setelah kejadian, puluhan warga beramai-ramai mendatangi lokasi Sungai Telaus untuk berburu predator tersebut.

Baca Juga: Pekerjaan DPT Dimulai di Gunung Lantuq, Perkuat Stabilitas Jalan Perbatasan Kaltim–Kalteng

Buaya sepit berukuran panjang sekitar 3 meter dengan lebar 50 centimeter itu ditemukan tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Warga lantas melumpuhkan buaya bermoncong panjang tersebut menggunakan tali.

"Ditangkap hari itu juga secara ramai-ramai memakai tali, lalu diikat dan ditarik ke darat," jelas Kapolsek.

Baca Juga: Siaga Musim Kemarau, PT HPM dan Manggala Agni Gelar Latihan Pengendalian Karhutla di Kutim

Lantaran dipicu rasa geram, warga langsung membunuh buaya tersebut di lokasi penangkapan. Daging buaya itu kemudian dikonsumsi bersama oleh warga setempat.

Atas insiden ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat Kutai Barat, khususnya yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Fenomena air surut di musim kemarau dinilai berpotensi meningkatkan intensitas konflik antara manusia dan satwa liar di perairan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
kubar buaya ikan