Diklat Paskibraka Kubar 2026 Tuntas, Anggota Tetap Siaga Tugas hingga Juni 2027

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:34 WIB
TETAP SIAGA: Meski sudah sukses, Tim Paskibraka 2026 tetap harus siaga hingga 2027 mendatang.
TETAP SIAGA: Meski sudah sukses, Tim Paskibraka 2026 tetap harus siaga hingga 2027 mendatang.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Seluruh rangkaian pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Tahun 2026 resmi ditutup, Selasa (18/8). Penutupan dilakukan setelah para anggota Paskibraka sukses menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera Sang Saka Merah Putih dalam peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Itho, Sendawar.

Pemusatan latihan yang dipusatkan di Hotel Sidodadi dan Alun-Alun Itho tersebut menandai tuntasnya pembinaan fisik, mental, serta kedisiplinan para anggota Paskibraka selama 22 hari, terhitung sejak 28 Juli hingga 18 Agustus 2026.

Baca Juga: Apresiasi untuk Anggota Paskibraka 2026 Menunggu APBD Perubahan

Koordinator Diklat Paskibraka Kubar, Ramadan, menjelaskan, pelaksanaan pembinaan berpedoman pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka serta Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022.

"Dalam proses pembinaannya, kami menerapkan tiga pola pendekatan utama," ujar Ramadan dalam laporan penutupannya, Selasa (18/8).

Pola pertama adalah pendekatan kurikulum yang mencakup tujuh mata pelajaran wajib dari BPIP. Materi meliputi pembinaan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, hingga literasi digital yang disampaikan narasumber dari Kodim, Polres, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kubar.

Baca Juga: Silsilah Fadil Imran: Keturunan Langsung Raja Gowa IX, Dua Saudaranya Jadi Bupati Takalar dan Gowa

Pola kedua, yakni pelatihan dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan formasi pengibaran bendera di lapangan. Pelatihan ini melibatkan personel gabungan dari Kodim, TNI AU, Polres, Brimob, serta Duta Pancasila tingkat Kabupaten Kutai Barat.

Adapun pola ketiga adalah pengasuhan yang dijalankan oleh para pamong dari unsur Duta Pancasila dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kubar. Para pamong mendampingi peserta secara penuh 24 jam, mulai dari aktivitas pagi, apel harian, hingga pembinaan mental malam hari.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para peserta dan unsur pendukung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat melalui Badan Kesbangpol menyalurkan uang saku penuh tanpa potongan pajak kepada para anggota Paskibraka dan pelatih yang bertugas selama 22 hari. Pasukan pengawal yang berlatih selama 10 hari juga menerima apresiasi serupa.

Baca Juga: 15 Jabatan Kades Paser Segera Kosong, Pilkades Disiapkan

Kendati tugas pengibaran bendera 17 Agustus telah usai dan para peserta dikembalikan ke sekolah masing-masing, Ramadan menegaskan bahwa status kepaskibrakaan mereka tetap melekat hingga pertengahan tahun depan.

"Mereka akan kembali bertugas secara resmi pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2027 mendatang. Selain itu, mereka tetap bersiaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan Pemkab Kubar dalam agenda kenegaraan maupun kegiatan kepemudaan," tegas Ramadan.

Rangkaian kegiatan di "Desa Bahagia" tersebut ditutup dengan penyerahan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim pelatih, pamong, Kepala Badan Kesbangpol Kutai Barat, serta jajaran terkait yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan diklat hingga sukses. (*)

Editor : Dwi Restu A
siaga 2027 diklat paskibraka Kutai Barat