KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Tahun 2026 di "Desa Bahagia" resmi ditutup. Penutupan secara simbolis ditandai dengan pelepasan tanda peserta oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kubar Suwito, yang hadir mewakili Bupati Kutai Barat Frederick Edwin.
Penutupan tersebut menandai purnatugas para putra-putri terbaik daerah setelah sukses menjalankan amanah mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih pada Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Membacakan sambutan tertulis Bupati Frederick Edwin, Suwito menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh anggota Paskibraka. Menurutnya, para peserta telah melewati pembinaan fisik, mental, dan kedisiplinan yang ekstra berat selama masa pemusatan latihan.
"Selama berhari-hari kalian digembleng, tidak hanya untuk ketangkasan baris-berbaris, tetapi juga ditanamkan nilai kedisiplinan, ketangguhan, kerja sama, dan rasa cinta Tanah Air," ujar Suwito membacakan amanat Bupati di hadapan para peserta dan jajaran undangan.
Pemkab Kubar turut mengapresiasi jajaran pelatih, pembina, serta panitia penyelenggara. Kolaborasi Badan Kesbangpol bersama jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dinilai sukses menghantarkan para anggota Paskibraka mengemban tugas negara dengan lancar.
Kendati masa pemusatan latihan telah usai, Suwito menegaskan agar jiwa kepemimpinan serta semangat kebangsaan tetap melekat erat pada diri tiap anggota Paskibraka.
"Jadikan bekal kedisiplinan ini sebagai modal untuk menjadi generasi muda Kutai Barat yang unggul, berkarakter, dan siap membangun daerah di masa depan," tegasnya.
Acara penutupan berakhir dengan pembacaan doa bersama serta pelepasan atribut diklat secara resmi sebagai tanda dikembalikannya para anggota Paskibraka ke sekolah dan keluarga masing-masing. (*)