Bupati Frederick Buka HKG PKK ke-54 di Kutai Barat, Dorong Keluarga Tangguh Menuju Generasi Emas

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:41 WIB
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menabuh gendang secara serentak sebagai tanda dibukanya HKG PKK ke-54 Tahun 2026 di Alun-Alun Itho, Selasa (18/8/2026) malam.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menabuh gendang secara serentak sebagai tanda dibukanya HKG PKK ke-54 Tahun 2026 di Alun-Alun Itho, Selasa (18/8/2026) malam.

 
KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin resmi membuka rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Alun-Alun Itho, Selasa (18/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (20/8/2026) tersebut menjadi momentum memperkuat peran PKK dalam pemberdayaan keluarga sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Kutai Barat.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang secara serentak. Acara turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur Kodim, Polres Kutai Barat, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan.

Baca Juga: Profil Letjen TNI Lucky Avianto, Jenderal Kopassus yang Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Bekas Markas

HKG PKK ke-54 tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, dengan subtema “Bergerak Bersama Mewujudkan Keluarga Tangguh untuk Kabupaten Kutai Barat Sukses dalam Rangka Menuju Generasi Emas Tahun 2045”.

Dalam sambutannya, Frederick Edwin menegaskan, PKK memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah karena perannya bersentuhan langsung dengan unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.

“Dengan jaringan kader yang menjangkau hingga tingkat kampung, PKK dinilai mampu menerjemahkan program-program pemerintah agar tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia mendorong seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan kreativitas, inovasi, dan responsivitas. Setiap program diharapkan tidak sekadar bersifat administratif, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup keluarga.

Menurutnya, rangkaian HKG PKK juga harus menjadi ruang untuk memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, dan berbagi praktik baik melalui seminar serta penyuluhan, bukan semata-mata ajang perlombaan.

“PKK harus terus bergerak, berinovasi, dan mampu merespons kebutuhan masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah karena keberhasilan pembangunan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Di tengah peringatan HKG PKK, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat turut memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan, khususnya polusi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Nota Perlawanan Ditolak, Kuasa Hukum Budiono Tanbun Kecewa Pertimbangan Daluwarsa

Berdasarkan data per 18 Agustus 2026, luas karhutla di wilayah Kutai Barat sejak 22 Februari hingga 17 Agustus 2026 mencapai 355,41 hektare. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah karena kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Sebagai langkah preventif, pemerintah daerah menyalurkan 2.000 masker kepada masyarakat. Bupati mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan diri serta keluarga dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Rangkaian HKG PKK ke-54 dimeriahkan berbagai kegiatan, antara lain pameran dan bazar, pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan Kutai Barat, fashion show, got talent, penyuluhan, lomba jingle, hingga jalan santai atau fun walk.

Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup pada malam puncak, Kamis (20/8/2026), yang akan dimeriahkan kehadiran artis ibu kota.

Melalui momentum tersebut, Pemkab Kutai Barat optimistis semangat kebersamaan dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat untuk mewujudkan visi Kabupaten Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata, dan Beradat, sekaligus melahirkan generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Editor : Ery Supriyadi
HKG PKK 2026 PKK Kutai Barat karhutla Kutai Barat Frederick Edwin Kutai Barat