KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Pelaksanaan Program Preservasi Jalan dan Jembatan ruas Muara Muntai – Nayan - Sp Belusuh di Kabupaten Kutai Barat terus menunjukkan progres yang signifikan. Di balik percepatan infrastruktur melalui paket kontraktual, program ini juga sukses menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar lewat kegiatan padat karya jalan dan jembatan.
Melalui skema padat karya, pemerintah memberdayakan warga lokal untuk terlibat langsung dalam proses pemeliharaan infrastruktur. Pengawas Lapangan PPK 1.7, Salim, menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan sistem pembayaran upah yang dilakukan secara mingguan guna membantu kebutuhan finansial harian warga.
“Program ini memberi kesempatan kepada warga sekitar proyek untuk terlibat langsung dan memperoleh penghasilan tetap setiap minggu,” ujar Salim, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Pemkab Kutim Boyong Tiga Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia
Sasaran utama program ini difokuskan kepada masyarakat lokal yang belum memiliki pekerjaan, penganggur, setengah penganggur, hingga warga dari kalangan kurang mampu. Dengan skema ini, proyek infrastruktur tidak hanya berorientasi pada konektivitas wilayah, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat secara langsung.
Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan padat karya jembatan diisi dengan aksi pembersihan dan perawatan komprehensif.
Beberapa agenda utama yang dikerjakan meliputi pembersihan pipa drainase secara berkala, pembersihan serta pengecatan ulang struktur bangunan atas jembatan, serta pembersihan bangunan bawah dan fasilitas pelengkap jembatan.
Baca Juga: Mantapkan Pelayanan Bebas Pungli, Satlantas Polres PPU dan Stakeholder Koordinasi di Samsat Penajam
Selain berfungsi untuk menjaga dan memperpanjang umur layan jembatan, kegiatan ini juga menjadi bentuk beautifikasi agar infrastruktur publik tersebut tampak lebih bersih, indah, dan nyaman dipandang mata. Sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang yang positif.
Selain menjaga kualitas jalan dan jembatan agar tetap prima, keterlibatan aktif warga dalam pemeliharaan rutin diyakini dapat menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap hasil-hasil pembangunan yang sedang berjalan di Kabupaten Kutai Barat. (*)
Editor : Sukri Sikki