KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Proyek preservasi ruas jalan Sp Belusuh-Mentiwan di Kutai Barat yang dikelola Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui kontraktor PT Brahmakerta Adiwira terus menunjukkan progres signifikan.
Penanganan infrastruktur ini diformulasikan secara matang agar hasilnya mantap, kokoh, dan berumur panjang dalam menunjang mobilitas masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.8 BBPJN Kaltim, Andi Muhammad Ruli Akib, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan di lapangan dijalankan secara disiplin berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Berkah HUT Ke-81 RI, Program Padat Karya Jalan dan Jembatan di Kutai Barat Gerakkan Ekonomi Warga
Setelah penanganan titik-titik kerusakan parah menggunakan beton di ruas dua tuntas, fokus saat ini diarahkan pada pekerjaan pelebaran jalan dan rehabilitasi mayor.
"Pekerjaan di lapangan sudah sesuai gambar rencana DED," tegas Andi saat dikonfirmasi Kaltim Post, Rabu (19/8/2026).
Ia melanjutkan sebelum pengaspalan dua lapis diterapkan, tim terlebih dahulu memperbaiki pondasi badan jalan, dilanjutkan dengan aspal CAP baru, kemudian lapisan aspal utama diaplikasikan secara bertahap.
"Kami memastikan seluruh pelaksanaan pekerjaan ini berjalan konsisten mengikuti tahapan-tahapan yang tertuang dalam rencana kerja. Setiap langkah dikawal ketat agar mutunya tetap mantap dan sepenuhnya sesuai dengan perencanaan serta ketentuan RB yang berlaku," ujarnya.
Baca Juga: Teguhkan Tata Kelola Pemerintahan, Lima Komitmen Strategis OPD Kutai Barat Diteken
Dari segi teknis, penanganan struktur jalan ini dirancang dengan standar presisi tinggi. Pekerjaan camputan aspal panas (CAP) alias hotmix menggunakan ketebalan variatif dilanjutkan lapisan AC-BC, serta lapisan penutup AC-WC.
Selain itu, penanganan drainase dan cross drain diprioritaskan pada titik-titik rawan genangan air untuk melindungi badan jalan dari potensi kerusakan akibat air. Drainase di bangun dengan desain penutup yang diletakkan di luar lantai parit agar fungsi drainase dapat bekerja secara optimal.
"Semua pelaksanaan mengacu pada desain rencana DED dan melalui proses quality control sesuai prosedur pekerjaan yang berlaku demi menjamin kualitas terbaik di lapangan," tegas pihak konsultan supervisi dari PT Gita Cipta Siagayasa.
Seluruh rangkaian pekerjaan preservasi ini direncanakan rampung secara bertahap hingga akhir 2027. Mengingat kegiatan konstruksi yang sedang berlangsung, BBPJN Kaltim menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan para pengendara. (*)
Editor : Duito Susanto