KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kutai Barat terus mematangkan langkah mengantisipasi potensi konflik industrial. Hal tersebut mengemuka saat Plt Kepala Bappeda Litbang Kubar Sulhendi membuka pemaparan laporan akhir Kajian Pemetaan Konflik Ketenagakerjaan yang bekerja sama dengan Pusat Kajian Hukum dan Pemerintahan (PKHP) Universitas Merdeka Malang, Rabu (19/8/2026).
Sulhendi menyoroti tingginya potensi investasi di Kutai Barat yang menjadi daya tarik bagi masuknya modal dan pembukaan lapangan kerja baru, baik bagi tenaga kerja lokal maupun pendatang.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa dinamika ketenagakerjaan yang tinggi ini membawa tantangan tersendiri berupa potensi sengketa dan konflik industrial antara pekerja, perusahaan, serta masyarakat.
Baca Juga: BBPJN Pastikan Preservasi Jalan Sp Belusuh-Mentiwan Sesuai DED, Fokus Pelebaran dan Rehabilitasi
"Berbagai persoalan mulai dari hak wakil pekerja, sistem kerja, pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga isu sosial kemasyarakatan dinilai kerap tidak dapat dihindari jika tidak diantisipasi secara matang, " ujarnya.
Menurutnya, kegagalan dalam mengelola konflik ketenagakerjaan ini akan berdampak langsung pada stabilitas daerah, iklim investasi, hingga menghambat pembangunan ekonomi di Kutai Barat. Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang perlu adanya instrumen kajian yang komprehensif, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Sulhendi mengapresiasi tim ahli PKHP Universitas Merdeka Malang atas penyusunan, pengumpulan data di lapangan, analisis, hingga terbitnya laporan akhir. Ia berharap dokumen ini tidak sekadar menjadi tumpukan dokumen akademis semata, melainkan mampu memotret secara riil tipologi dan akar masalah konflik ketenagakerjaan, menyediakan basis data sosial maupun non-sosial terkait titik rawan, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja, agar langkah preventif dan mediatif dapat diambil secara tepat sasaran. (*)
Editor : Duito Susanto