KALTIMPOST.ID-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Barat (Kubar) menjadi perhatian serius.
Sedikitnya 70 titik api terpantau di berbagai wilayah, mendorong pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan.
Pemkab Kubar menggelar rapat koordinasi strategis bertajuk Konsolidasi Komando Taktis dan Kolaborasi Pentahelix Peristiwa Darurat Bencana Karhutla di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Sabtu (22/8).
Rapat dipimpin Bupati Kubar Frederick Edwin, didampingi Sekretaris Daerah Erik Victory dan Kepala Pelaksana BPBD Kubar Yudi Gamas. Pertemuan turut melibatkan pimpinan perusahaan dan pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga: Jukir Liar Viral di Pelabuhan Semayang Balikpapan Sudah Pernah Ditegur dan Dipanggil Dishub
Frederick meminta seluruh pihak memberikan dukungan serta mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat pemadaman.
“Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat upaya pemadaman titik api, terutama di area-area yang berada di dalam wilayah operasional perusahaan,” tegasnya.
Keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam pola kolaborasi pentahelix. Penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan perusahaan, aparat, masyarakat, dan media.
Sekkab Kubar Erik Victory juga menekankan penguatan koordinasi hingga tingkat kampung.
Pemerintah kampung diharapkan meningkatkan pencegahan sekaligus bergerak cepat melakukan pemadaman ketika muncul kebakaran di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Hindari Kemacetan, Beli Pertalite di Balikpapan Bakal Tak Bisa Leluasa, Ini Rencana Jam Pelayanannya
Sementara itu, Polres Kubar menyoroti pentingnya keterbukaan informasi selama penanganan karhutla.
Kepolisian mendorong sinergi pemerintah dan media agar perkembangan pemadaman dapat disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
Melalui konsolidasi tersebut, Pemkab Kubar berharap mobilisasi personel dan sumber daya dapat berjalan lebih terkoordinasi.
Langkah itu diperlukan untuk menekan penyebaran kebakaran sekaligus memperkuat pencegahan agar titik api tidak terus bertambah. (rd)
Editor : Romdani.