Pemkab Kutai Barat Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, 490 Personel Ikuti Pelatihan Intensif

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 11:57 WIB
Pelatihan intensif 490 personel untuk siap siaga Karhutla. (IST)

 
Pelatihan intensif 490 personel untuk siap siaga Karhutla. (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, ​SENDAWAR - Di tengah peningkatan titik panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengambil langkah taktis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sebanyak 490 peserta resmi mengikuti Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di Aula Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah V Samarinda, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Banggar DPRD Mahulu Soroti Anggaran Rp135 M Perjalanan Dinas, Dorong Pembangunan Jalan Long Apari

​Pelatihan ini dibagi ke dalam dua kelompok utama guna mengoptimalkan materi teknis yang diberikan, yakni Fire Crew 1 sebanyak 280 orang dan Fire Crew 2 sebanyak 210 orang.

Fokus utama pelatihan diarahkan pada peningkatan kemampuan pencegahan, deteksi dini, prosedur keselamatan kerja, hingga teknik penanganan awal di lapangan.

​Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh bersifat reaktif atau menunggu api telanjur membesar.

"Kita tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah membesar, tetapi harus memperkuat pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan, dan penanganan sejak awal," ujar Nanang saat membuka kegiatan tersebut.

Baca Juga: Kemarau Bikin Orangutan di Bengalon Keluar dari Habitat, Risiko Konflik dengan Warga Makin Tinggi  

Meskipun sebagian titik api sebelumnya telah berhasil dilokalisasi dan dipadamkan oleh tim gabungan bersama warga, pos-pos pemantauan tetap disiagakan secara ketat untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan.

​Wabup Nanang mengingatkan bahwa Karhutla membawa dampak luas yang tidak hanya merusak lingkungan dan hutan, tetapi juga mengganggu kesehatan, kualitas udara, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Mengingat luasnya kawasan hutan di Kubar, ia melayangkan imbauan tegas kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu api tak terkendali, segera melapor apabila menemukan titik api, serta mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sangat krusial sebagai mata dan telinga pemerintah di tingkat kampung, mulai dari pemantauan hingga aksi tanggap darurat awal.

Baca Juga: Hadapi El Nino, Polres, TNI dan BPBD PPU Siaga Karhutla

​Dalam arahannya, Nanang juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, pemerintah kampung, dan elemen masyarakat dalam satu komando koordinasi. Kepada 490 peserta pelatihan, ia berpesan agar ilmu yang didapatkan benar-benar diaplikasikan secara disiplin di wilayah masing-masing dengan tetap memprioritaskan prosedur keselamatan kerja.

"Kuasai teknik, pahami prosedur keselamatan, dan manfaatkan ilmu yang diperoleh. Karhutla hanya dapat kita tangani secara efektif melalui kerja sama dan kepedulian bersama. Jangan sampai api yang kecil menjadi bencana yang besar," tegasnya.

​Menutup rangkaian pembukaan acara, Nanang turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran BPBD, para instruktur, MPA, serta seluruh pihak yang konsisten mengambil bagian dalam upaya mitigasi dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Kutai Barat. (*)

Editor : Sukri Sikki
pelatihan personel Nanang Adriani karhutla Kutai Barat