KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal melalui Pelatihan Pembekalan Sertifikasi Tenaga Terampil Konstruksi.
Kegiatan yang berfokus pada Jabatan Kerja Juru Ukur Konstruksi Jenjang 2 dan Operator Motor Grader ini resmi dibuka di Gedung BPU Kantor Petinggi Kampung Rejo Basuki, Kecamatan Barong Tongkok, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Pemkab Kutai Barat Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, 490 Personel Ikuti Pelatihan Intensif
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (27/8/2026) itu mengusung tema Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi yang Kompeten, Bersertifikat dan Siap Menghadapi Pekerjaan Konstruksi. Pelatihan ini memberikan azas manfaat yang sangat strategis bagi para peserta maupun percepatan pembangunan daerah.
Sebanyak 50 peserta, yang terbagi atas 25 orang peserta Operator Motor Grader dan 25 orang Juru Ukur Konstruksi Jenjang 2, dibekali keahlian spesifik agar memiliki daya saing tinggi di dunia kerja sekaligus siap memenuhi kebutuhan riil pembangunan infrastruktur di Kutai Barat.
Baca Juga: Kemarau Bikin Orangutan di Bengalon Keluar dari Habitat, Risiko Konflik dengan Warga Makin Tinggi
Kepala Dinas PUPR Kutai Barat, Philip menegaskan bahwa manfaat utama dari kegiatan ini adalah memastikan setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi di daerah dapat berjalan dengan lebih berkualitas, aman, dan memenuhi standar teknis yang berlaku.
Menurutnya, pelatihan yang dirancang secara berkelanjutan ini tidak hanya memberikan pengakuan formal, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi tenaga kerja lokal untuk meningkatkan taraf hidup dan bersaing secara profesional di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Pihaknya juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program berjenjang ini ke depannya agar para peserta dapat terus mengembangkan kapasitas diri.
Baca Juga: Banggar DPRD Mahulu Soroti Anggaran Rp135 M Perjalanan Dinas, Dorong Pembangunan Jalan Long Apari
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR Kutai Barat, Hironimus Steven, menekankan pentingnya esensi dari sertifikasi yang diperoleh para peserta.
Ia mengingatkan agar sertifikat yang nantinya dikantongi tidak sekadar menjadi dokumen administratif pelengkap berkas, melainkan benar-benar mencerminkan kompetensi nyata yang aplikatif di lapangan.
"Dengan penguasaan teknik yang matang, para tenaga kerja lokal diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mendukung berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dan akan berjalan di Kutai Barat secara profesional dan mandiri," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki