Dampak Karhutla di Kutai Barat Makin Terasa, Jarak Pandang Menipis hingga Aktivitas Warga Terganggu

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:35 WIB
MENGGANGGU: Kabut asap semakin pekat di sejumlah titik di Kutai Barat. (K SUNARDI/KP)
MENGGANGGU: Kabut asap semakin pekat di sejumlah titik di Kutai Barat. (K SUNARDI/KP)

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – ​Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Kutai Barat dalam beberapa waktu terakhir mulai menimbulkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Kabut asap pekat membuat jarak pandang menurun drastis, berkisar antara 200 hingga 250 meter.

Kondisi tersebut tidak hanya membatasi ruang gerak visual warga, tetapi juga memicu berbagai persoalan serius di sektor kesehatan dan transportasi. ​Dari sisi kesehatan, tebalnya kabut asap yang membawa partikel debu serta polusi sisa pembakaran.

Baca Juga: Rekayasa Cuaca Berhasil, Hujan Ringan Turun di sejumlah Kawasan di Kutai Barat 

Ancaman utama yang kini diwaspadai adalah lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Sejumlah warga yang beraktivitas di luar ruangan juga mengeluhkan mata perih, berair, hingga rasa gatal dan panas di tenggorokan.

"Mata perih kalau beraktivitas di luar rumah, selain itu mulai mengalami gangguan kesehatan batuk pilek," tuturnya salah seorang warga Kubar, Jalani, kepada Kaltim Post, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: Polres Kutai Barat Bagikan Masker kepada Masyarakat, Antisipasi Dampak Kabut Asap 

Sementara itu, sektor transportasi turut menghadapi tantangan berat akibat minimnya jarak pandang di jalur lintas. Para pengendara roda dua maupun empat di jalan raya harus meningkatkan kewaspadaan ekstra, menyalakan lampu utama, serta mengurangi kecepatan demi menghindari potensi kecelakaan.

Hambatan serupa juga dirasakan pada mobilitas transportasi perairan serta operasional penerbangan di Bandara Melalan yang harus ekstra hati-hati demi keselamatan navigasi.

​Sementara itu, pemerintah daerah bersama Tim Satgas Karhutla saat ini terus berjibaku memadamkan titik-titik api yang tersisa di lapangan. (*)

 

Editor : Duito Susanto
kabut asap dampak karhutla kebakaran hutan dan lahan Bandara Melalan Kutai Barat