KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Fenomena cuaca ekstrem akibat El Nino yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Timur berdampak signifikan terhadap kondisi perairan darat. Salah satunya terjadi di Danau Jempang, Kecamatan Jempang.
Penurunan curah hujan secara drastis dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan volume air Danau Jempang menyusut parah. Danau yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat sejumlah kampung di Kecamatan Jempang dan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara itu kini sebagian besar dasarnya mengering dan berubah menjadi daratan lumpur yang retak.
Kondisi tersebut mengubah lanskap perairan yang biasanya ramai dengan aktivitas lalu lintas air menjadi hamparan tanah kering yang sulit dilalui perahu.
Baca Juga: RT 02 Rawa Makmur Rayakan HUT Kemerdekaan, Gelar Jalan Santai hingga Senam Kreasi
Bagi masyarakat setempat, perahu ketinting merupakan sarana utama untuk mobilitas sehari-hari, distribusi logistik, serta akses antarwilayah kecamatan.
"Dengan menyusutnya air secara drastis, aktivitas warga terhambat dan memaksa mereka mencari jalur alternatif yang lebih memutar atau menempuh perjalanan darat demi kelangsungan aktivitas harian," ungkap Camat Jempang Lorensius Itang, Rabu (26/8/2026).
Selain persoalan transportasi, sektor perikanan darat yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga sekitar turut terpukul. Nelayan tradisional melaporkan hasil tangkapan yang merosot tajam karena ruang gerak ikan semakin sempit. Banyak ikan juga terjebak di kubangan air yang terus menipis.
Kondisi kekeringan berkepanjangan tersebut terus membayangi kehidupan sehari-hari warga pesisir. Mereka kini harus beradaptasi dengan perubahan alam ekstrem yang terjadi di kawasan Danau Jempang. (*)
Editor : Ery Supriyadi