Piala Soeratin U-13 dan U-15 Jadi Fondasi Sepak Bola Kutai Barat

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:21 WIB
PENUTUPAN: Bupati Kutai Barat Frederick Edwin (baju merah) saat menghadiri penutupan Kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 di Stadion Swalas Gunaaq, Rabu (26/8).
PENUTUPAN: Bupati Kutai Barat Frederick Edwin (baju merah) saat menghadiri penutupan Kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 di Stadion Swalas Gunaaq, Rabu (26/8).

SENDAWAR – Penutupan Kompetisi Piala Soeratin U-13 dan U-15 di Stadion Swalas Gunaaq oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Rabu (26/8), menjadi penanda berakhirnya turnamen sekaligus momentum memperkuat pembinaan sepak bola usia dini.

Di balik penyerahan trofi dan euforia para pemain, kompetisi tersebut membawa pesan bahwa prestasi olahraga daerah perlu dibangun dari fondasi pembinaan yang konsisten dan terarah sejak usia muda.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, kompetisi sepak bola usia dini tidak semestinya hanya berorientasi pada hasil pertandingan. Piala Soeratin juga menjadi ruang untuk membentuk karakter dan mental para pemain.

“Melalui kompetisi ini, generasi muda ditempa untuk memiliki kemampuan, disiplin, sportivitas, dan mental juara guna mengharumkan nama Kutai Barat di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, atmosfer kompetisi yang sehat dapat mengajarkan banyak nilai kepada pemain muda. Mulai dari disiplin, menghormati lawan dan keputusan wasit, hingga menerima kekalahan dengan lapang dada.

Baca Juga: Bupati Frederick Edwin Hadiri Paripurna DPRD Kubar, Lima Raperda Inisiatif Mulai Dibahas

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mental atlet sebelum mereka melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Butuh Kolaborasi

Pembinaan talenta sepak bola tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah maupun Askab PSSI. Ekosistem olahraga yang kuat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah berperan dalam penyediaan fasilitas dan dukungan kebijakan. Sementara Askab PSSI, klub, serta sekolah sepak bola menjadi penggerak pembinaan teknis dan pengembangan kemampuan pemain.

Dukungan dunia usaha melalui pendanaan juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kompetisi. Di sisi lain, masyarakat dan sekolah memiliki peran dalam memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan prestasi olahraga tanpa mengabaikan pendidikan akademik.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Bagi para pemain, baik yang berhasil menjadi juara maupun yang belum meraih hasil terbaik, perjalanan masih panjang. Kemenangan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, sedangkan kekalahan menjadi bagian dari proses pendewasaan.

Dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan seluruh elemen masyarakat, talenta muda Kutai Barat diharapkan mampu berkembang dan membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.

Editor : Muhammad Ridhuan
Piala Soeratin Kutai Barat sepak bola Kutai Barat Pembinaan Atlet Muda Piala Soeratin U-15 Piala Soeratin U-13