SAMARINDA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Kapasitas Intelijen di Hotel Swiss-Belhotel, Jalan Mulawarman No.6, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis,(27/8/2026).
Dalam laporannya, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik sekaligus Ketua Panitia, Wildan Taufik, menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk memperkuat kemampuan aparat intelijen dalam melaksanakan fungsi deteksi dini, cegah dini, dan kewaspadaan dini terhadap potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Empat tujuan utama kegiatan ini, yakni meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM intelijen secara berkelanjutan, meningkatkan kemampuan deteksi dini dan analisis situasi untuk rekomendasi strategis," urainya.
Kemudian memperkuat koordinasi serta sinergi antar instansi intelijen di pusat dan daerah dalam menangani konflik sosial, serta menumbuhkan integritas, netralitas, dan profesionalisme personel sesuai asas penyelenggaraan intelijen negara.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat penekanan penting dari Plt Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Timur, AFF Sembiring, yang mengungkapkan bahwa Kalimantan Timur saat ini berada pada posisi yang sangat strategis dalam pembangunan nasional sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kondisi tersebut membawa berbagai peluang sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi secara tepat di tengah perkembangan lingkungan strategis yang dinamis, perubahan sosial, dan arus informasi yang sangat cepat, " ujarnya.
AFF Sembiring menegaskan bahwa intelijen bukan semata-mata berkaitan dengan pengumpulan informasi, melainkan proses sistematis untuk menghimpun, mengolah, memverifikasi, menganalisis, dan menyajikan informasi sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan, seraya berharap para peserta mampu membangun cara berpikir analitis, objektif, kritis, dan berorientasi pada pencegahan.
Semangat penguatan kewaspadaan dini ini turut diperkuat oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Suwito, yang hadir langsung dalam acara tersebut. Suwito menegaskan bahwa penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting untuk ditingkatkan guna memperkuat kapasitas deteksi dan pencegahan terhadap berbagai potensi ATHG secara cepat dan tepat.
"Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Bakesbangpol Kubar turut mengirimkan lima orang delegasi yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kesbangpol serta anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kubar untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas ini hingga tuntas, " ucapnya.
Kegiatan ini juga diikuti Bakesbngpol dan perwakilan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se -Kaltim. (*)
Editor : Ismet Rifani