Kabut Asap Makin Pekat di Kutai Barat, ISPU Tembus 138 dan Sekolah Terapkan Belajar dari Rumah

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Kabut asap di Sendawar, Kubar.
Kabut asap di Sendawar, Kubar.

KALTIMPOST.ID-Kabut asap semakin pekat menyelimuti wilayah Sendawar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Sabtu (29/8).

Kondisi tersebut membuat kualitas udara mengalami penurunan dan masuk kategori tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubar pada pukul 08.31 Wita, indeks kualitas udara tercatat berada di level 138. Parameter kritis utama berasal dari partikulat halus PM2.5.

Pada level tersebut, kualitas udara dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan manusia serta memengaruhi hewan dan tumbuhan.

Baca Juga: Pemkab Kubar Gandeng Kemenhub, Motoris hingga Juru Mudi Speedboat Bakal Dapat Sertifikasi

Kabut asap yang semakin tebal juga menyebabkan jarak pandang di sejumlah lokasi dilaporkan kurang dari 100 meter.

Sementara itu, kondisi meteorologi menunjukkan kelembapan udara mencapai 89 persen dengan tekanan udara 1.080 mBar. Suhu udara tercatat berada di kisaran 23 derajat Celsius.

Memburuknya kualitas udara terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum sepenuhnya padam.

Api dilaporkan masih membakar sejumlah lokasi, termasuk kawasan Kampung Pepas Eheng dan beberapa kampung lainnya.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Adelia, salah seorang warga Kubar, mengaku mulai merasakan dampak kabut asap terhadap kesehatannya. “Mata perih, bernapas pun sesak,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Pendatang di Balikpapan Kini Bisa Didata Langsung Ketua RT, Disdukcapil Mulai Uji Sistem Baru

Kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Sejumlah sekolah di Kubar menerapkan pembelajaran mandiri dari rumah.

Kebijakan tersebut dilakukan menyusul surat edaran Bupati Kubar terkait kesiapsiagaan darurat karhutla.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan kabut asap terhadap pelajar di tengah memburuknya kualitas udara. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim Komjen Fadil Imran letjen lucky avianto kebakaran hutan dan lahan Kutai Barat