Kabut Asap, PT TIS Gandeng Klinik Permata Husada Gelar Pengobatan Massal di Kampung Suakong Kubar

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 21:29 WIB
PT TIS menggandeng Klinik Permata Husada menggelar pengobatan massal gratis bagi warga di Kampung Suakong Kubar.
PT TIS menggandeng Klinik Permata Husada menggelar pengobatan massal gratis bagi warga di Kampung Suakong Kubar.

KALTIMPOST.ID-Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memicu keluhan kesehatan masyarakat di Kutai Barat (Kubar).

Kondisi tersebut mendorong PT Tepian Indah Sukses (TIS) bersama mitra kerja dan subkontraktor menggandeng Klinik Permata Husada Melak memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Kegiatan dipusatkan di Kampung Suakong, Kecamatan Bentian Besar, Kamis (3/9). Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, pembagian masker, serta pemberian obat cacing.

Sekitar 200 warga Kampung Suakong dan wilayah sekitarnya menjadi sasaran pelayanan.

Kehadiran tim medis mendapat sambutan masyarakat, terutama warga yang mulai mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar kabut asap dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Natasya Modelling School Genap 9 Tahun, 50 Anak Balikpapan-PPU Unjuk Kemampuan di Gebyar Kita

Selain pemeriksaan dan pengobatan, masker dibagikan sebagai perlindungan bagi masyarakat ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Obat cacing juga diberikan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemeliharaan kesehatan, khususnya bagi anak-anak sesuai arahan tenaga medis.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT TIS Dionisius Novias Rusharsanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Situasi kabut asap memerlukan respons yang cepat dan terkoordinasi. Perlindungan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional menjadi perhatian penting bagi kami,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan Klinik Permata Husada Melak dan mitra kerja, pihaknya berharap pelayanan tersebut dapat membantu mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat Kampung Suakong.

Dionisius juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak.

Baca Juga: Mahligai Nusantara 2026 Hadirkan Fentura Pop di Balikpapan, Targetkan 20 Ribu Transaksi QRIS

Penggunaan masker juga diperlukan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri kepada tenaga medis apabila mulai mengalami gangguan kesehatan.

Dokter Klinik Permata Husada Melak dr Waluyo Dwiatmojo mengatakan, bakti sosial tersebut secara khusus diarahkan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap karhutla.

Menurut dia, gangguan saluran pernapasan menjadi salah satu keluhan yang banyak disampaikan masyarakat di tengah penurunan kualitas udara.

“Dalam kondisi kualitas udara seperti saat ini, keluhan gangguan pada saluran pernapasan termasuk yang paling banyak disampaikan warga,” katanya.

Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sekaligus memberikan penanganan lebih cepat terhadap keluhan yang muncul.

“Melalui pemeriksaan, pengobatan, dan pembagian masker, kami berupaya memastikan masyarakat memperoleh penanganan kesehatan secara cepat dan tepat,” jelas Waluyo.

Kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat dan perangkat Kampung Suakong.

Pelayanan kesehatan gratis dinilai membantu warga ketika keluhan kesehatan akibat kabut asap mulai meningkat.

Kabut asap karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kesehatan masyarakat apabila paparan berlangsung dalam waktu lama.

Kelompok anak-anak dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.

Melalui kegiatan tersebut, PT TIS berharap sinergi antara perusahaan, mitra kerja, tenaga medis, pemerintah kampung, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya membantu penanganan warga yang telah mengalami keluhan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan selama kabut asap masih terjadi. (rd)

Editor : Romdani.
kabut asap penajam paser utara ibu kota nusantara Kutai Barat pengobatan gratis