Sungai Kedang di Kutai Barat Mengering, Perahu Warga Tak Lagi Bisa Melintas

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 13:02 WIB
KERING: Kondisi terkini Sungai Kedang di Kecamatan Bongan, Kutai Barat, Sabtu (5/9).
KERING: Kondisi terkini Sungai Kedang di Kecamatan Bongan, Kutai Barat, Sabtu (5/9).

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Kondisi memprihatinkan tengah melanda wilayah aliran Sungai Kedang di Kecamatan Bongan, Kutai Barat. Dalam kurun lebih dari sebulan terakhir, debit air sungai mengalami penurunan yang sangat drastis, memicu kekeringan di sebagian besar badan sungai dan mulai memengaruhi aktivitas warga sekitar.

​Berdasarkan laporan yang diterima dampak dari surutnya Sungai Kedang ini terlihat sangat nyata di sejumlah titik. Aliran air yang biasanya memadai kini menyusut drastis menjadi alur kecil, sehingga memperlihatkan hamparan dasar sungai yang berpasir dan berlumpur.

Baca Juga: Disepakati Pemkab dan DPRD, Kutai Barat Siapkan 22 Proyek Multiyears APBD 2027-2029

Sejumlah sarana atau bangunan di atas air seperti lanting atau rumah terapung dan perahu milik warga tampak kandas di atas tanah serta lumpur kering akibat hilangnya volume air. Jembatan gantung yang melintasi sungai kini tampak berada jauh di atas permukaan air yang tersisa, memperlihatkan betapa parahnya penurunan ketinggian air saat ini.

​Dampak surutnya air ini membuat aktivitas transportasi air terhambat. Juanda, salah seorang warga Bongan, mengungkapkan bahwa kini tidak lagi dapat mengandalkan jalur sungai secara normal untuk beraktivitas. "Sungai tidak bisa dilewati perahu ces (ketinting) lagi," ujar Juanda saat ditemui, Sabtu (5/9/2026).

​Fenomena penurunan debit air yang sudah berlangsung selama lebih dari sebulan ini dikhawatirkan berdampak luas, terutama terhadap ketersediaan air bersih serta kelancaran transportasi sungai yang selama ini menjadi urat nadi bagi masyarakat setempat. (*)

Editor : Duito Susanto
kecamatan bongan akses transportasi Kutai Barat krisis air Sungai Kedang Kepala