Pesona Seni Sendawar 2026, Upaya Menjaga Nadi Budaya Kutai Barat

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 08:24 WIB
Pertunjukan seni tradisional memeriahkan pembukaan Pesona Seni Sendawar 2026 di Taman Budaya Sendawar.
Pertunjukan seni tradisional memeriahkan pembukaan Pesona Seni Sendawar 2026 di Taman Budaya Sendawar.

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pementasan Pesona Seni Sendawar 2026 yang resmi dibuka Bupati Kutai Barat Frederik Edwin di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Taman Budaya Sendawar (TBS), bukan sekadar perhelatan seremonial. Ajang tersebut menjadi ikhtiar untuk menjaga detak nadi identitas budaya di Bumi Tanaa Purai Ngeriman di tengah derasnya arus modernisasi, Sabtu (5/9/2026) malam.

Perhelatan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara UPT Taman Budaya Sendawar di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat bersama Perkumpulan Asosiasi Seni Kabupaten Kutai Barat (PAS KKB).

Sinergi itu menunjukkan pemerintah daerah tidak berjalan sendiri dalam menjaga warisan leluhur. Para seniman, sanggar, dan komunitas lokal turut dirangkul untuk bergerak bersama dalam mengembangkan seni dan budaya di Kutai Barat.

Baca Juga: LAPSUS: Antrean Pertalite di SPBU Mengular, Pedagang di Balikpapan Khawatir Pembeli Sulit Mampir

Semangat kolaboratif tersebut ditegaskan Bupati Kutai Barat Frederik Edwin. Dia menyebut saat ini terdapat 99 sanggar seni aktif di Kutai Barat.

Menurutnya, jumlah tersebut menjadi bukti besarnya potensi kreativitas dan bakat seni di daerah. Potensi itu tentu membutuhkan ruang ekspresi yang memadai dan berkelanjutan.

Namun, potensi tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka atau kemeriahan sesaat. Frederik Edwin mengingatkan agar Pesona Seni Sendawar tidak kehilangan esensinya sebagai wadah apresiasi dalam jangka panjang.

"Harapannya kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, baik mingguan, bulanan, maupun tahunan, sehingga UPT Taman Budaya Sendawar benar-benar hidup sebagai ruang publik yang dinamis bagi aktivitas seni dan budaya," ujarnya.

Dia melanjutkan, generasi muda dan para seniman harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk menampilkan karya, mengasah kreativitas, serta membangun kepercayaan diri di panggung kultural mereka sendiri.

Lebih lanjut, tantangan di era digital harus disikapi secara bijak. Kemajuan teknologi, kata dia, tidak seharusnya membuat generasi muda semakin jauh dari akar budaya.

Baca Juga: Unggahan Raisa Andriana Bikin Penasaran, Sosok Pria Misterius Dikaitkan dengan Mathis

Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai jendela dunia untuk memperkenalkan kekayaan seni Kutai Barat ke kancah yang lebih luas.

Upaya tersebut perlu didukung penguatan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, seniman, komunitas, dunia pendidikan, hingga sektor swasta. Tujuannya, menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh di Kutai Barat.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat Nanzi Paskadalius menyampaikan pemerintah berkomitmen menyediakan wadah bagi generasi muda.

Wadah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk merawat persatuan, mempererat tali persaudaraan, sekaligus menggerakkan roda perekonomian kreatif di sekitar kawasan Taman Budaya Sendawar.

Malam pembukaan Pesona Seni Sendawar 2026 semakin meriah dengan penampilan sejumlah seniman lokal. Sanggar Seni Sempekat Peluatn, Sanggar Seni Papatn Puti, dan Sanggar Seni Seroyoq membius penonton melalui koreografi tradisional yang sarat makna.

Suasana semakin syahdu ketika alunan musik tradisional Sapeq yang dimainkan Iyo Sapeq berpadu dengan senandung lagu Rijoq yang dibawakan Nofri dan Eci.

Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi gambaran bahwa kebudayaan Kutai Barat tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus tumbuh dan beradaptasi di tengah perkembangan zaman.

Digelarnya Pesona Seni Sendawar 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk menjadikan ajang tersebut sebagai event unggulan daerah. Selain menarik wisatawan, kegiatan itu diharapkan memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif.

Ajang tersebut juga diharapkan dapat mempertemukan beragam seni dan budaya dari seluruh kecamatan di Kutai Barat. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Pesona Seni Sendawar 2026 Frederick Edwin seni dan budaya Taman Budaya Sendawar Kutai Barat