Bikin Tamu Betah, Barista dan Pekerja Hotel di Kubar Siap Naik Kelas

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 10:42 WIB
DONGKRAK: Dinas Pariwisata Kubar menggelar pelatihan khusus barista dan perhotelan demi meningkatkan kapasitas dan menunjang pariwisata.
DONGKRAK: Dinas Pariwisata Kubar menggelar pelatihan khusus barista dan perhotelan demi meningkatkan kapasitas dan menunjang pariwisata.

 

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus mematangkan kesiapan sektor pariwisata daerah dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusianya. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelatihan puluhan tenaga barista kopi serta operasional perhotelan di Vintage Corner Cafe, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang digagas Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat ini berlangsung selama dua hari, mulai 8 hingga 9 September 2026. Sebanyak 70 peserta ambil bagian, terdiri atas 35 peserta pelatihan barista kopi dan 35 peserta pelatihan receptionist serta room attendant.

Baca Juga: Siasat Pengedar Sabu di Paser: Sembunyikan 29 Paket Kristal Putih di Dinding Warung

Pelatihan resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Erik Victory. Dalam agenda tersebut, ia membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di hadapan para peserta dan narasumber.

Erik Victory menyampaikan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan pilar penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Potensi alam dan kebudayaan Bumi Tanaa Purai Ngeriman dinilai memerlukan dukungan tenaga kerja terampil agar mampu bersaing.

"Pelaku industri seperti barista serta tenaga operasional perhotelan, khususnya receptionist dan room attendant, memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan," ujarnya saat membacakan sambutan Bupati.

Baca Juga: Bukan Jalan Sendiri, Penyuluh dan Penghulu di PPU Kini Diwajibkan Kolaborasi

Kualitas pelayanan para pekerja lapangan dinilai menjadi penentu utama kenyamanan wisatawan selama berkunjung ke daerah. Karena itu, penguasaan keterampilan teknis maupun etika pelayanan menjadi kebutuhan mendesak bagi industri pelesir Kutai Barat.

Secara khusus, bupati berpesan kepada para peserta kelas barista agar memanfaatkan materi pelatihan untuk meningkatkan mutu pengolahan dan penyajian kopi. Tren konsumsi kopi kini bukan lagi sekadar minuman biasa, melainkan sudah bertransformasi menjadi gaya hidup bernilai ekonomi tinggi.

Peserta dituntut mampu menguasai teknik pengolahan kopi berstandar profesional. Melalui keahlian tersebut, komoditas dan cita rasa khas Kutai Barat diharapkan makin dikenal luas oleh masyarakat luar daerah.

Baca Juga: Akhirnya Berlaku Tarif Listrik PLN September 2026, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan

Sementara itu, pesan tegas ditujukan kepada para peserta receptionist dan room attendant. Aspek keramahan, kebersihan, kenyamanan, serta standar pelayanan prima menjadi kunci utama dalam membangun citra perhotelan yang berkelas.

"Receptionist dan room attendant merupakan bagian dari representasi awal keramahan dan pelayanan pariwisata Kutai Barat. Kenyamanan, kebersihan, serta pelayanan prima akan memberikan kesan mendalam bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanaa Purai Ngeriman," imbuh Erik.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat F.X. Sumardi menjelaskan, pelatihan ini sengaja dirancang aplikatif sesuai kebutuhan riil dunia kerja. Dua narasumber berpengalaman dihadirkan langsung untuk membimbing peserta selama pelatihan berlangsung.

Baca Juga: Jaga Kerukunan di Daerah Penyangga IKN, Kemenag PPU Tekankan Penguatan Moderasi Beragama

"Kami berharap para peserta benar-benar menggunakan kesempatan pelatihan ini sebaik-baiknya untuk belajar, menyerap ilmu dari para narasumber dan instruktur, serta memperdalam skill yang dimiliki," terang Sumardi.

Sumardi menambahkan, peningkatan keahlian kerja di sektor hospitalitas ini diharapkan berdampak langsung pada terbukanya lapangan kerja baru. Peluang usaha mandiri di sektor kuliner dan penginapan juga diyakini bakal tumbuh positif seiring meningkatnya kompetensi tenaga lokal.

Langkah pembinaan ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi generasi muda Kutai Barat dalam menyerap peluang kerja sekaligus memperkuat daya saing pariwisata daerah ke depan. (*)

Editor : Dwi Restu A
Dinas Pariwisata Kubar pelatihan perhotelan barista