KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani bersama Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan melaksanakan panen jagung kuartal ketiga di Kampung Suakong, Kecamatan Bentian Besar, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Acara panen bersama tersebut turut dihadiri oleh Camat Bentian Besar, Petinggi Kampung Suakong, jajaran penyuluh pertanian, serta para petani setempat.
Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan bentuk kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, kepolisian, aparatur kecamatan dan kampung, penyuluh, serta masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk komoditas pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati H Nanang Adriani mengungkapkan bahwa kondisi musim kemarau menjadi salah satu tantangan terbesar dalam budidaya jagung periode ini. "Minimnya ketersediaan air pada fase pengisian buah memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil akhir," jelasnya.
Baca Juga: Cuaca Panas Melanda Balikpapan, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah Demi Cegah Karhutla
Menurutnya, faktor iklim memang berada di luar kendali manusia, di mana semestinya pada saat pengisian buah tanaman membutuhkan pasokan air dan hujan yang cukup. Karena faktor cuaca tersebut, hasil panen dinilai belum mencapai titik maksimal.
Kendati menghadapi kendala cuaca yang kurang mendukung, Wabup menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para petani dan penyuluh yang tetap gigih mengelola tanaman hingga memasuki masa panen.
Apresiasi serupa juga diberikan kepada jajaran Polres Kutai Barat, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kampung yang senantiasa mendampingi dan mendukung kelancaran kegiatan ini.
Ia berharap langkah tersebut dapat memotivasi masyarakat dan petani lain untuk terus mengembangkan budidaya jagung di Kampung Suakong maupun wilayah lainnya demi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Baca Juga: Tak Tebang Pilih, OIKN Seret Korporasi Sawit ke Polisi Buntut Kebakaran Lahan
Sementara itu, Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan menjelaskan bahwa lahan jagung yang dikelola pada periode ini memiliki luas kurang lebih dua hektare. Pada awal masa tanam, kondisi curah hujan dinilai masih cukup mendukung, namun situasi bergeser seiring masuknya musim kemarau.
"Akibat perubahan cuaca tersebut, hasil panen diperkirakan tidak sepenuhnya mencakup keseluruhan lahan dua hektare secara maksimal," ucapnya. Meski demikian, dari proses panen yang dilakukan, hasil jagung diperkirakan mencapai sekitar dua ton.
Hasil produksi tersebut selanjutnya direncanakan untuk dikirim ke Bulog Samarinda sebagai wujud nyata kontribusi dalam mendukung ketersediaan dan stabilitas pangan.
Sinergi yang terjalin melalui panen bersama ini diharapkan terus berlanjut guna mendorong kemandirian sektor pertanian di Kabupaten Kutai Barat ke depannya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo