ISPU Sendawar 82, Warga Kutai Barat Diminta Waspada Karhutla

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 19:09 WIB
BERUKURANG: Kondisi tiga hari terakhir kabut asap di Kutai Barat jauh berkurang, namun BPBD tetap meminta warga mewaspadai terjadinya karhutla.
BERUKURANG: Kondisi tiga hari terakhir kabut asap di Kutai Barat jauh berkurang, namun BPBD tetap meminta warga mewaspadai terjadinya karhutla.

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Potensi munculnya titik api masih cukup tinggi di tengah kondisi kemarau dan ancaman El Nino 2026.

Berdasarkan pemantauan ISPU Net, Jumat (11/9) pukul 09.00 Wita, indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Sendawar berada pada angka 82. Parameter yang menjadi perhatian yakni PM2,5. Dengan angka tersebut, kualitas udara di wilayah Sendawar berada dalam kategori sedang dengan rentang 51–100.

Pada waktu yang sama, kelembapan udara tercatat 72 persen, tekanan udara 1.078 mBar, sedangkan suhu mencapai 28 derajat Celsius.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Barat Robertus L Bandarsyah mengatakan kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perbaikan.

Baca Juga: Perubahan APBD Kubar 2026: Pemkab Prioritaskan Infrastruktur Dasar dan Layanan Kesehatan

“Tiga hari terakhir, kabut asap jauh berkurang dari sebelumnya,” ungkapnya, Jumat (11/9).

Meski kualitas udara masih berada dalam kategori sedang, masyarakat tetap diminta waspada, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap paparan asap. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan apabila paparan berlangsung dalam waktu lama.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga kebersihan lingkungan dan rumah juga dianjurkan.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi memicu meluasnya karhutla, praktik tersebut juga melanggar ketentuan hukum dan dapat berdampak terhadap kualitas udara.

Warga yang menemukan titik api diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Langkah cepat diperlukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat serta lingkungan di Kutai Barat.

Editor : Muhammad Ridhuan
El Nino 2026 karhutla Kutai Barat kualitas udara Kutai Barat ISPU Sendawar Kubar Kabut asap Kubar