SENDAWAR – Puluhan pelajar SMA/SMK se-Kecamatan Siluq Ngurai dibekali pemahaman politik dan demokrasi melalui Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK Siluq Ngurai tersebut mengangkat tema Peran Pemilih Muda dalam Menentukan Masa Depan Bangsa. Edukasi diarahkan untuk membentuk pemilih muda yang kritis, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak politiknya.
Kepala Bidang Poldagri dan Ormas Kesbangpol Kutai Barat Aspiah Nur saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun bangsa.
Baca Juga: Kabut Asap Kutai Barat Memburuk, Disdikbud Kembali Terapkan Belajar Dari Rumah
Membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Aspiah menegaskan bahwa partisipasi politik tidak berhenti pada kehadiran di tempat pemungutan suara (TPS). Pemilih perlu memiliki kesadaran untuk menentukan pilihan secara rasional dan mandiri.
“Sebagai generasi muda, mari membentengi diri dari praktik politik uang (money politics) serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi politik yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Pelajar juga diingatkan untuk menghormati perbedaan pilihan dan pandangan politik. Sikap tersebut dinilai penting agar perbedaan dalam politik tidak berkembang menjadi konflik maupun perpecahan di tengah masyarakat.
Untuk memperluas wawasan peserta, kegiatan menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Barat, Rintar Pasaribu dan Dendi Hari Sulistio, serta Tenaga Ahli DPRD Kutai Barat Johanes Don Bosco Bullor.
Melalui pendidikan politik sejak dini, pemerintah berharap pemilih pemula tidak hanya memahami hak dan kewajibannya dalam pemilu, tetapi juga mampu menyikapi dinamika politik secara kritis serta ikut menjaga kualitas demokrasi di daerah.
Editor : Muhammad Ridhuan