KALTIMPOST.ID, SENDAWAR — Kabut asap kembali menyelimuti Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Rabu (16/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di kawasan ibu kota kabupaten, Sendawar, menurun drastis hingga kurang dari 50 meter.
Pantauan warga sekitar pukul 07.20 Wita menunjukkan, suasana pagi tampak gelap seperti menjelang senja. Bahkan, lampu penerangan jalan umum (PJU) masih menyala akibat pekatnya kabut asap.
“Jarak pandang jelas sudah tak sampai 50 meter. Bernapas rasanya sesak. Parahnya lagi, saat ini pukul setengah 8 pagi, tetapi suasananya seperti menjelang senja,” ujar Daniel, warga Barong Tongkok, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: Tim DVI Identifikasi Korban KMP Virgo Transport 8, Butuh Sampel DNA Keluarga
Berdasarkan data aplikasi ISPUNet Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) per pukul 06.00 WITA, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sendawar tercatat mencapai 359. Parameter kritis yang terpantau ialah partikulat PM2,5.
Angka tersebut masuk kategori berbahaya. Kondisi ini menunjukkan tingkat pencemaran udara yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan seluruh kelompok masyarakat dan memerlukan penanganan segera.
Data pemantauan juga mencatat kelembapan udara mencapai 90 persen, tekanan udara 1.077 mbar, serta suhu rata-rata 25 derajat Celsius. Selain PM2,5 yang berada pada tingkat tinggi, parameter PM10 tercatat 115 atau masuk kategori tidak sehat.
Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi tinggi, seperti N95.
Pengendara juga diminta menyalakan lampu kendaraan saat melintasi jalanan untuk membantu meningkatkan visibilitas di tengah jarak pandang yang terbatas. (*)
Editor : Ery Supriyadi