KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memperkuat benteng pertahanan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) langsung dari lini terdepan. Sarana dan prasarana pemadam kebakaran dibagikan merata kepada 16 kecamatan serta kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Alun-Alun Itho, Barong Tongkok, Jumat (18/9/2026).
Langkah taktis ini diambil menyusul tingginya intensitas kebakaran lahan sepanjang 2026. Selain perlengkapan pemadam, Pemkab Kutai Barat juga menyalurkan bantuan beras bagi masyarakat prasejahtera guna menjaga ketahanan pangan warga setempat.
Baca Juga: Pemprov Kalimantan Timur Berikan Relaksasi Bebas Denda Pajak Kendaraan Bermotor 2026
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan, ketersediaan sarana pemadam di tingkat bawah sangat krusial agar respons pemadaman awal tidak terlambat saat titik api pertama kali terpantau.
"Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi kebakaran serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah masing-masing," ujar Edwin.
Edwin berpesan agar seluruh armada dan sarana pemadam dirawat secara berkala demi menjamin kesiapan tempur saat situasi darurat di lapangan.
"Peralatan yang telah diserahkan agar dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kecamatan yang telah menerima bantuan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan awal sebelum meminta dukungan lebih lanjut dari BPBD," tegasnya.
Distribusi sarpras melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat ini mencakup peralatan vital lapangan. Mulai dari pompa jinjing, pompa apung, pompa portabel, selang pemadam, nozzle, hingga embung air berkapasitas 5.000 liter.
Baca Juga: Paket Wisata Budaya Tanjung Isuy Kubar Diluncurkan, Ulap Doyo hingga Lamin Dayak Benuaq Jadi Andalan
Selain itu, diserahkan pula unit motor trail karhutla, tenda darurat, lampu penerangan medan, tujuh set peralatan brigade kecamatan, serta 10 set peralatan khusus MPA.
Sebanyak lima unit mobil pemadam tipe slip-on didistribusikan khusus untuk lima kecamatan rawan, meliputi Barong Tongkok, Melak, Muara Lawa, Penyinggahan, dan Sekolaq Darat.
Sementara untuk kelompok MPA, dukungan diarahkan ke 10 kampung sasaran, yakni Kampung Benung, Keliwai, Sentalar, Loa Deras, Muara Nili, Lampunah, Jerang Melayu, Muyub Hulu, Gelonggong Asa, dan Juhan Asa.
Sinergi penanganan bencana ini turut diperkuat kontribusi pihak swasta, salah satunya PT BEK yang menyalurkan masker serta mesin alkon pemadam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kutai Barat Yudianto Rihartono menjelaskan, kebakaran lahan sepanjang 2026 menuntut kesiapsiagaan mandiri di tingkat tapak karena luasnya cakupan pemadaman.
Kendati titik api belakangan mulai mereda berkat guyuran hujan pasca Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kerja sama BNPB dan Pemprov Kaltim, kesiagaan personel kecamatan tetap tidak boleh kendor.
"Intensitas karhutla sepanjang 2026 menjadi alasan utama pentingnya penguatan kapasitas di tingkat tapak. Beberapa kecamatan butuh perhatian ekstra karena frekuensi kejadian dan luas dampaknya," ungkap Yudianto.
Sebagai rencana jangka panjang, BPBD Kutai Barat kini tengah mengusulkan pembangunan gudang logistik permanen demi memastikan ketersediaan sarana kebencanaan tersimpan aman dan terintegrasi di masa mendatang. (*)
Editor : Duito Susanto