SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama Kantor Kementerian Agama setempat mulai mematangkan seluruh kesiapan teknis pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-18 Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Melak.
Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan MTQ ke-18 yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani di Sendawar, Jumat (25/9/2026). Pertemuan lintas instansi ini digelar guna memastikan Kecamatan Melak benar-benar siap memikul amanah sebagai tuan rumah perhelatan keagamaan bergengsi tingkat kabupaten tersebut.
Dalam sambutannya, Wabup Nanang Adriani menegaskan bahwa gelaran MTQ memiliki dimensi strategis yang melampaui batas kompetisi belaka. Menurutnya, ajang ini membawa misi besar bagi pembangunan karakter umat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
"MTQ bukan sekadar ajang kompetisi membaca dan seni Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat syiar Islam, merajut persaudaraan, serta membina mental dan spiritual generasi muda," tegas Nanang yang juga menjabat Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kutai Barat.
Baca Juga: Kabar Pemadaman Internet Nasional Dipastikan Hoaks, Ini Penjelasan Diskominfo Kubar
Ia mengingatkan seluruh jajaran panitia agar mulai bergerak taktis dan terukur. Waktu pelaksanaan yang terus berjalan menuntut kerja bersama yang solid di semua lini pelayanan.
"Aspek teknis yang matang menjadi kunci utama kesuksesan acara, mulai dari kesiapan lokasi kegiatan, akomodasi dan transportasi kafilah, ketersediaan fasilitas kesehatan, hingga sistem keamanan dan sarana pendukung lainnya," ujar Nanang di hadapan peserta rakor.
Perkuat Kualitas Pembinaan Peserta
Selain sarana dan prasarana fisik, Pemkab Kutai Barat turut menaruh perhatian besar pada pembinaan kafilah lokal. Nanang meminta proses pelatihan peserta dilakukan secara berkelanjutan demi mencetak qari dan qariah berdaya saing tinggi.
"Kolaborasi antara LPTQ dan Kementerian Agama harus mampu melahirkan bibit-bibit unggul di bidang seni baca dan hafalan Al-Qur'an. Kita ingin mereka tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga siap mengharumkan nama Kutai Barat di tingkat provinsi hingga nasional," kata Nanang menambahkan.
Demi kelancaran operasional di lapangan, ia berpesan agar sekat-sekat birokrasi tidak menghambat komunikasi antarlembaga. Seluruh pihak diminta mengutamakan musyawarah ketika menghadapi kendala persiapan.
"Saya ingatkan seluruh pihak untuk mengesampingkan ego sektoral dan menyatukan visi. Komunikasi yang intensif harus terus dijaga agar setiap potensi kendala operasional di lapangan dapat diselesaikan sejak dini," pungkasnya.
Agenda rakor tersebut dihadiri oleh Plt. Asisten II Setkab Kutai Barat Suwito, Kepala Kantor Kemenag Kutai Barat H. A.
Johan, serta Ketua Masjid Al-Muttaqin Islamic Center Ikran. Hadir pula jajaran pengurus LPTQ tingkat kecamatan se-Kutai Barat, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), hingga perwakilan tokoh agama dan tokoh adat setempat.
Editor : Muhammad Ridhuan