Bupati Frederick Edwin Tegaskan Peran Gereja dan Lembaga Adat Jaga Kerukunan Kutai Barat

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:20 WIB
SINERGI: Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama peserta Sosialisasi BAMAGNAS Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026.
SINERGI: Bupati Kutai Barat Frederick Edwin (duduk, kedua kiri) bersama peserta Sosialisasi BAMAGNAS Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat kerukunan umat beragama dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Sosialisasi Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kabupaten Kutai Barat 2026.

Kegiatan yang mempertemukan pimpinan gereja, pemimpin adat, dan masyarakat lintas komunitas tersebut dibuka langsung Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin.

Baca Juga: KUA-PPAS Kaltim 2026 Disepakati, Banggar Sentil 36 Proyek Rp 132 Miliar Tanpa Detail Jelas

Dalam arahannya, Frederick menegaskan, gereja dan lembaga adat memiliki peran penting dalam membentuk nilai, moral, serta perilaku masyarakat. Karena itu, sinergi kedua elemen tersebut dinilai diperlukan untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kubar.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan antara pimpinan gereja dan pemimpin adat perlu terus dibangun. Nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal juga diharapkan dapat berjalan beriringan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Sinergi tidak hanya berhenti pada forum dialog semata. Namun, penting untuk diwujudkan melalui kolaborasi dan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat," tegas Frederick.

Baca Juga: Yello Hotel Samarinda Hadirkan “An Intimate Wedding Package”, Small Celebration, Big Memories

Dia mencontohkan, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial, edukasi pencegahan penyakit masyarakat, perlindungan lingkungan berbasis adat, hingga pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang kuat.

Frederick juga berharap keberadaan gereja dan lembaga adat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial yang damai, termasuk membantu penyelesaian persoalan atau konflik yang muncul di tengah masyarakat.

Menutup sambutannya, Frederick mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga Kutai Barat sebagai daerah yang rukun dan harmonis. Semangat kebersamaan, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat.

Baca Juga: Jaga Integritas Demokrasi, Bawaslu Kaltim Ajak Masyarakat Aktif Awasi Tahapan Pemilu

Dengan memohon berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, Sosialisasi BAMAGNAS Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 resmi dibuka. (*)

Editor : Dwi Restu A
Frederick Edwin lembaga adat gereja Kutai Barat peran