KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Pelaksanaan pekerjaan preservasi pada ruas Sp3 Belusuh-Bts Kalteng terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu pekerjaan yang saat ini memasuki tahap akhir adalah pekerjaan perkerasan kaku (rigid pavement) pada Segmen Gunung Odang, Kecamatan Bentian Besar dengan progres pekerjaan telah mencapai sekitar 95 persen.
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.9, Joko Sidik menerangkan segmen Gunung Odang merupakan salah satu lokasi yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan preservasi karena kondisi geometrik jalan yang memiliki tanjakan cukup ekstrem serta tikungan yang berkelok.
"Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan kualitas dan daya dukung perkerasan guna mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan," ungkapnya, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga: Pemkab Kubar dan Kantah Gebrak Layanan Pertanahan lewat SIPINTER PBB-P2
Lanjutnya pekerjaan rigid pavement pada segmen ini dilaksanakan sesuai dengan desain dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dengan progres yang telah mencapai 95 persen, pekerjaan saat ini memasuki tahap penyelesaian pada beberapa bagian, termasuk pekerjaan-pekerjaan pendukung dan penyempurnaan pada area rigid yang telah dikerjakan.
Selain itu, pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan dengan memperhatikan aspek pengendalian mutu, mulai dari pengujian material hingga pengawasan terhadap proses pelaksanaan di lapangan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan hasil pekerjaan memenuhi persyaratan teknis dan mutu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Dengan semakin mendekatinya penyelesaian pekerjaan rigid pada Segmen Gunung Odang, diharapkan peningkatan kondisi perkerasan pada lokasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi kelancaran mobilitas masyarakat serta mendukung konektivitas antarwilayah.
Baca Juga: Orangutan Mulai Terdampak Kekeringan, BKSDA Kaltim Siapkan Sumber Air Buatan
Penyelesaian pekerjaan pada Paket Preservasi Jalan Sp Belusuh-Bts Kalteng terus didorong dengan tetap memperhatikan kualitas, ketepatan waktu, serta aspek keselamatan selama pelaksanaan pekerjaan. Diharapkan seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh masyarakat dan pengguna jalan.
"Terima kasih pemerintah, ruas Gunung Odang paling berbahaya tidak sedikit kendaraan yang mengalami lakalantas disini, kini sudah mulus, mantap," ungkap warga Dilang Puti, Lorensius. (*)
Editor : Sukri Sikki