KALTIMPOST.ID-Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax yang dijual secara eceran di kawasan Sendawar, Kutai Barat (Kubar), dikeluhkan warga.
Harga pertamax di tingkat pengecer disebut mencapai Rp 20 ribu per liter meski berada di kawasan pusat pemerintahan kabupaten.
Eki, warga Kecamatan Barong Tongkok, mengaku merasakan langsung tingginya harga tersebut ketika membeli BBM untuk kendaraannya, Rabu (30/9).
“Saya isi mobil di penjual eceran tadi, dapat lima liter bayar Rp 100 ribu pun tidak ada kembaliannya,” ungkapnya.
Baca Juga: Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan BPKB di Balikpapan, Efraim Ajukan Praperadilan
Ia menilai harga tersebut terlalu tinggi untuk kawasan Sendawar. Sebab, lokasi penjualan masih berada di pusat kota dan relatif dekat dengan SPBU resmi.
“Kalau di daerah terpencil yang jauh dari kota, harga tinggi mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini di tengah pusat kota, sangat tidak masuk akal,” ujarnya.
Menurut Eki, harga pertamax di SPBU masih Rp 16.300 per liter. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp 3.700 per liter dibandingkan harga yang ditemuinya di tingkat pengecer.
Kondisi tersebut membuat warga meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap penjualan BBM eceran. Penertiban dinilai diperlukan agar harga yang dibebankan kepada konsumen tidak terlalu tinggi.
Selain persoalan harga eceran, Eki juga meminta pengawasan distribusi BBM di Kubar diperketat.
Ia menyoroti kendaraan berpelat nomor luar daerah yang dinilai ikut memengaruhi ketersediaan BBM bagi masyarakat setempat. “Segera tertibkan semuanya, agar warga tidak terus-menerus dirugikan,” tegasnya.
Keluhan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan distribusi hingga penjualan BBM di tingkat pengecer, terutama ketika terdapat selisih harga cukup besar dibandingkan SPBU resmi. (rd)
Editor : Romdani.