Rombak Pola Belajar di Kelas, Guru Kutai Barat Kini Dilatih Manfaatkan AI

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 13:13 WIB
DIGITALISASI: Bimbingan teknis digitalisasi pendidikan yang diinisiasi Yayasan Pendidikan Transformasi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat.
DIGITALISASI: Bimbingan teknis digitalisasi pendidikan yang diinisiasi Yayasan Pendidikan Transformasi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Sebanyak 38 tenaga pendidik di Kutai Barat dibekali kemampuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan media interaktif. Pelatihan ini diarahkan untuk merombak pola pengajaran konvensional agar para murid tidak lagi sekadar menghafal materi pelajaran.

Langkah peningkatan mutu guru tersebut diwujudkan lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pendidikan hasil kolaborasi Yayasan Pendidikan Transformasi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Barat.

Kepala Disdikbud Kutai Barat, Kamius Junaidi, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendorong percepatan digitalisasi sekolah, salah satunya lewat pemanfaatan dana BOS Kinerja.

Baca Juga: Wujudkan BUMD Transparan, Pemkab Kubar Ikuti Rekonsiliasi Data Bersama Kemendagri

"Kami dari pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan Bimtek Digitalisasi ini. Anggaran yang digunakan merupakan anggaran BOS Kinerja dari komite yang telah dialokasikan untuk peningkatan kinerja satuan pendidikan," ujar Kamius Junaidi.

Kamius menekankan pentingnya pembaruan metode belajar-mengajar di kelas agar proses transfer ilmu menjadi lebih menyenangkan bagi siswa.

"Sekarang kita mendorong agar pendidikan sudah menggunakan AI dalam proses pembelajaran, sehingga anak-anak tidak terpaku pada pola monoton. Anak-anak bisa merasa senang, gembira, dan mendalami ilmu pengetahuan, bukan sekadar menghafal," tegasnya.

Baca Juga: Mantapkan Persiapan PORPROV Kaltim VIII 2026, Pemkab Kutai Barat Siapkan Kontingen dan Perlengkapan

Tak hanya soal kesiapan tenaga pengajar, Pemkab Kutai Barat juga mengatasi kendala jaringan internet di wilayah pelosok dengan mendistribusikan perangkat penangkap sinyal satelit Starlink ke sekolah-sekolah sasaran.

"Tahun ini kita evaluasi bahwa sekolah-sekolah sudah mendapatkan Starlink. Kami mengimbau agar alat tersebut difungsikan sebaik-baiknya untuk mendukung pembelajaran digital," imbuh Kamius.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Transformasi, Widodo R, mengingatkan para pendidik agar tidak menutup diri terhadap laju lompatan teknologi mutakhir.

"Kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi. Hari ini teknologi digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kalau dulu kita mengenal Google, sekarang kita sudah memasuki era AI. Guru harus terus belajar agar tidak tertinggal," terang Widodo.

Widodo berharap 38 guru peserta bimtek ini dapat mengimbaskan kompetensi yang diperoleh kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing guna mendongkrak capaian akademik murid di Kutai Barat.

Sementara itu, Narasumber Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim, Santian Datulayuk, memaparkan pentingnya implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) berbasis digital untuk membenahi rapor pendidikan daerah.

"Data menunjukkan kemampuan literasi dan numerasi murid-murid kita masih perlu ditingkatkan, terutama dalam memahami konteks dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Selama ini kita terbiasa menghafal tanpa memahami konteksnya," kata Santian.

Santian menambahkan, karakter siswa generasi masa kini menuntut pendekatan visual dan interaktif agar konsentrasi serta pemahaman materi dapat terserap secara optimal. (*)

Editor : Duito Susanto
Digitalisasi Pendidikan kecerdasan buatan Disdikbud Kubar kaltim post Kutai Barat