KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) terus mempercepat pembangunan sarana dan prasarana pendidikan serta infrastruktur dasar di wilayah kecamatan. Langkah tersebut diwujudkan melalui peningkatan fasilitas di tiga sekolah dasar dan pengerjaan ruas jalan utama di Kecamatan Long Iram.
Pembangunan sektor pendidikan difokuskan pada peningkatan kualitas ruang belajar dan kelengkapan fasilitas pendukung di SD Negeri 002 Long Iram, SD Negeri 008 Kampung Keliwai, dan SD Negeri 006 Kampung Sukomulyo.
Pemkab Kubar menempatkan pembangunan pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa sekaligus mendukung efektivitas mengajar para guru.
Baca Juga: Kisah Perjalanan Karier Judika: Dari Tukang Semir Sepatu hingga Panggung FIFA ASEAN Cup 2026
Bersamaan dengan itu, pengerjaan infrastruktur berupa peningkatan badan jalan selebar lima meter di kawasan Long Iram terus digenjot. Peningkatan akses jalan tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar arus barang dan jasa, serta menghubungkan pelayanan publik, sosial, dan ekonomi antarwilayah.
Wakil Bupati Kubar, Nanang Adriani menegaskan pentingnya pengawasan langsung terhadap setiap pengerjaan proyek pemerintah di lapangan. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan presisi dan tepat sasaran.
"Pemantauan langsung penting untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," ujar Nanang, Selasa (6/10/2026).
Ia menambahkan, pembangunan sarana pendidikan dan pembenahan infrastruktur jalan merupakan komitmen berkelanjutan Pemkab Kubar di bawah kepemimpinan Bupati Frederick Edwin dan dirinya dalam meningkatkan standar pelayanan dasar bagi warga secara bertahap.
Baca Juga: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Ada 313 Pasal yang Wajib Diketahui Pekerja
Selain jalan dan sekolah, Pemkab Kubar juga menyiapkan rancangan pembangunan Tugu Titik Nol Khatulistiwa di Kecamatan Long Iram. Proyek ikonik tersebut diarahkan untuk memperkuat identitas geografis wilayah sekaligus membuka potensi pengembangan kawasan dan pariwisata pada masa mendatang. (*)
Editor : Ery Supriyadi