SENDAWAR – Festival Lemang Muara Lawa 2026 digelar di Lapangan Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan HUT ke-61 Kecamatan Muara Lawa tersebut menjadi ajang promosi kuliner dan budaya lokal sekaligus ruang bagi pelaku UMKM memasarkan produknya.
Festival melibatkan UMKM dari delapan kampung di Kecamatan Muara Lawa. Selain memperkenalkan produk lokal, kegiatan tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kuliner.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan, kegiatan seperti Festival Lemang dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat melalui aktivitas perdagangan selama festival.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus mendorong pariwisata berbasis budaya dan kuliner. Karena itu, Festival Lemang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Frederick Edwin.
Baca Juga: Kutai Barat Siapkan Beasiswa Kedokteran Unmul, Lulusan Ditarget Langsung Isi Puskesmas Daerah
Menurutnya, tradisi pembuatan hingga penyajian lemang secara bersama-sama juga mengandung nilai gotong royong yang perlu dipertahankan dan dikenalkan kepada generasi muda.
Festival tersebut turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat delapan kampung, Koramil, Polsek, perusahaan, sekolah hingga organisasi masyarakat. Keterlibatan lintas sektor dinilai dapat memperkuat penyelenggaraan kegiatan sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi lokal.
Camat Muara Lawa Gusti Muhammad Padli mengatakan, proses pembuatan lemang mengandung nilai kesabaran, ketekunan dan kebersamaan yang relevan dengan pembangunan daerah.
“Proses pembuatannya membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut menjadi gambaran bagaimana kita membangun daerah, yang harus dilakukan bersama-sama dengan semangat gotong royong dan saling mendukung,” jelasnya.
Festival Lemang Muara Lawa diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang sebagai bagian dari promosi potensi budaya dan kuliner Kecamatan Muara Lawa. Keterlibatan UMKM juga menjadi salah satu cara menghubungkan pelestarian tradisi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Editor : Muhammad Ridhuan