KUTAI BARAT — Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat dalam merawat kerukunan dan mendukung kehidupan keagamaan kembali diwujudkan secara nyata. Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten, Pemkab Kubar mematangkan persiapan program hibah ziarah umat Katolik ke Tanah Suci Yerusalem Tahun 2026.
Kesiapan tersebut dibahas secara komprehensif dalam forum presentasi bersama Canna Tour & Travel yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah penyelarasan berbagai aspek penting, mulai dari pelayanan, administrasi, hingga teknis pelaksanaan agar penyelenggaraan berjalan tertib, profesional, dan sesuai regulasi.
Pertemuan strategis ini mencerminkan kuatnya sinergi lintas elemen di Kutai Barat. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bagian Kesra Setkab Kubar Suwila, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kutai Barat Pastor Sam Hanyeq, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kutai Barat, Tim Penyelenggara Ziarah 2026, jajaran panitia, serta manajemen Canna Tour & Travel.
Mewakili Bupati Kutai Barat, Suwila menyampaikan bahwa program hibah ziarah ini merupakan bentuk perhatian berkelanjutan pemerintah daerah terhadap pembinaan mental spiritual masyarakat.
Pemerintah ingin memastikan ruang-ruang peribadatan dan perjalanan rohani dapat difasilitasi dengan baik sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berlandaskan nilai moral dan agama.
"Harapan kita bersama, program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Kutai Barat yang semakin sejahtera, agamis, rukun, damai, dan beradat," ujar Suwila menyampaikan pesan Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab dari pihak penyelenggara agar para peserta mendapatkan pelayanan yang optimal selama perjalanan rohani berlangsung.
Dari sudut pandang kerukunan umat beragama, Ketua FKUB Kutai Barat, Pastor Sam Hanyeq, memberikan dukungan penuh sekaligus mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap norma dan aturan yang berlaku.
Kolaborasi erat antara pemerintah, tokoh agama, dan pihak travel dinilai krusial untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi kebersamaan masyarakat.
Melalui sinergi yang terbangun di Ruang Rapat Sekda ini, Pemkab Kutai Barat tidak hanya sekadar memfasilitasi perjalanan rohani umat Katolik ke Yerusalem, tetapi juga terus merawat tenun kebangsaan.
Program ini menjadi simbol kuat bagaimana nilai-nilai toleransi, kedamaian, dan kebersamaan terus dijaga dan dihidupkan di tengah keberagaman masyarakat Bumi Tanaa Purai Ngeriman. (*)
Editor : Ismet Rifani