Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Awang Yacoub Hadapi Konsekuensi Politik: Maju Independen, Nasdem Dukung Calon Lain 

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Selasa, 27 Agustus 2024 | 19:58 WIB
Awang Yacoub Luthman
Awang Yacoub Luthman

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Awang Yacoub Luthman, nama yang selama ini dikenal sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kutai Kartanegara, berada di persimpangan besar dalam karier politiknya.

Seorang figur yang telah berperan penting dalam membesarkan NasDem di Kukar, Awang menghadapi dinamika politik yang menuntutnya untuk membuat keputusan yang tidak biasa.

Meskipun masih memegang jabatan kunci di partainya, ia memutuskan untuk maju sebagai bakal calon bupati melalui jalur independen. Sebuah langkah yang tak terhindarkan memicu gelombang reaksi di internal partainya.

Keputusan Awang untuk maju tanpa mengusung bendera partai yang telah ia besarkan bukanlah tanpa alasan.

Dalam wawancara baru-baru ini, Awang menekankan bahwa langkah tersebut diambil demi kepentingan yang lebih besar.

"Kami tetap berdiri tegak pada kepentingan dan tanggung jawab sebagai kader partai," tegasnya.

Kalimat itu mengandung makna bahwa meskipun ia maju secara independen, loyalitasnya terhadap NasDem tidak pernah pudar.

Namun, dalam realitas politik yang serba kompleks, pilihan independen ini tampaknya merupakan satu-satunya jalan yang dapat ia tempuh.

Tidak mengherankan, keputusan ini membawa konsekuensi yang signifikan. Partai NasDem, yang Awang pimpin dengan penuh dedikasi, kini justru mendukung calon lain dalam Pilkada Kukar 2024.

Sebuah realitas yang sulit diterima, namun sepenuhnya dapat dipahami dalam konteks politik yang sering kali penuh intrik dan kompromi.

"Dalam perjalanan tentu tidak bisa memaksakan, karena kami daftar di jalur independen," ujar Awang, dengan nada yang mencerminkan pemahaman mendalam atas situasi yang dihadapinya.

Awang sepenuhnya menyadari bahwa langkah yang diambilnya ini mungkin akan mengubah peta politik internal partai. Bahkan, kemungkinan besar ia akan kehilangan posisinya sebagai Ketua DPD NasDem Kukar.

"Mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan pergantian ketua, sekretaris, dan bendahara," katanya, menyadari bahwa partainya mungkin merasa perlu untuk menyegarkan kepemimpinan dengan figur yang lebih sejalan dengan keputusan partai saat ini.

Namun, bagi Awang, pergantian itu bukanlah soal pribadi. Ia memahami bahwa langkah ini adalah bagian dari dinamika politik yang wajar.

Bahkan, Akhmad Zais, calon wakil bupati yang mendampinginya dan yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Golkar Kukar, menghadapi situasi serupa di partainya.

"Memang pergantian itu tidak elok karena kami tidak pindah partai. Tapi kami tegak lurus," tegas Awang, menunjukkan bahwa mereka tetap memegang teguh prinsip, meski berada di luar jalur partai.

Pencapaian Awang dan timnya di NasDem selama Pemilu 2024 menjadi salah satu bukti dari komitmen dan dedikasi mereka.

"Apa yang kami lakukan adalah kinerja niat baik. Kami ikut independen bukan untuk mengabaikan partai, tetapi ada aturan di partai yang harus mengambil sikap demikian sehingga kami memahami," ungkapnya, menggambarkan bagaimana mereka tetap bekerja dengan niat yang baik, meski harus mengambil jalan yang berbeda.

Keputusan Awang untuk maju sebagai calon independen merupakan cerminan dari integritas dan keberanian seorang politikus yang lebih mementingkan tanggung jawabnya kepada masyarakat dibandingkan kepatuhan yang membabi buta kepada struktur partai.

"Yang kami garis bawahi adalah kami ikhlas dan tegak lurus bahwa kami merupakan kader," ucapnya, seolah menegaskan bahwa loyalitasnya terhadap Nasdem tetap ada, meski berada di luar arus utama partai.

Awang juga menekankan bahwa politik, pada akhirnya, adalah soal kebesaran jiwa. Baginya, keputusan yang ia ambil bukanlah tindakan pengkhianatan, melainkan sebuah langkah yang lahir dari pertimbangan matang dan rasa tanggung jawab yang besar.

"Kami memahami bahwa politik adalah kebesaran jiwa," kata Awang dengan penuh kedewasaan, menyiratkan bahwa apapun yang terjadi, ia akan terus menjalani jalan yang telah ia pilih dengan penuh keyakinan.

Di tengah dinamika politik yang kerap kali berubah-ubah, Awang Yacoub Luthman memilih untuk tetap teguh pada prinsip-prinsip yang ia pegang.

Langkahnya untuk maju sebagai calon independen bukanlah upaya untuk memisahkan diri dari partai, tetapi sebuah perjalanan menuju sesuatu yang ia yakini lebih besar.

Dengan penuh kesadaran dan kebesaran jiwa, Awang siap menghadapi segala konsekuensi yang datang dari keputusan ini, sembari tetap menjaga kehormatan dan integritas sebagai seorang kader partai. (*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#pilkada #Pilkada Kukar #pilkada kukar 2024