KALTIMPOST.ID, TENGGARONG – Awal pekan ini, di minggu terakhir Agustus 2024, suasana di Kutai Kartanegara mulai terasa berbeda.
Warga dan para pengamat politik bersiap menyaksikan dinamika yang akan berlangsung selama dua hari ke depan, ketika tiga pasangan bakal calon kepala daerah akan resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar.
Setiap pasangan datang dengan visi, strategi, dan dukungan masing-masing, menjadikan Pilkada tahun ini salah satu yang paling menarik dalam sejarah Kukar.
Muhammad Rahman, Ketua Divisi Teknis KPU Kukar, memastikan persiapan sudah mencapai tahap akhir.
"Kami telah siap untuk menyambut pendaftaran dari tiga pasangan calon. Dua di antaranya akan mendaftar pada Rabu, sementara satu pasangan lagi pada Kamis. Ini adalah momen penting, dan kami pastikan semua proses akan berjalan lancar," ujar Rahman, yang terlihat sibuk memeriksa kembali daftar persiapan.
Pasangan Awang Yacoub Luthman-Akhmad Zais, yang maju melalui jalur independen, telah lama menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap mereka terus mengalir, mencerminkan keyakinan publik terhadap gerakan independensi yang mereka usung. Rencananya, mereka akan mendaftar pada Rabu pagi, 28 Agustus 2024.
Awang Yacoub Luthman, dalam wawancaranya, menunjukkan rasa syukur yang mendalam atas dukungan yang diterima.
"Kami tadi mendapat laporan dari ketua tim kami, alhamdulillah yang mau hadir 1.500 sampai 2.000 orang. Kami juga sudah sampaikan sebenarnya proses pendaftaran ini tak perlu berlebihan, tapi dukungan tak terbendung," ucapnya dengan nada penuh optimisme.
Pasangan ini tidak hanya mengandalkan popularitas, tetapi juga pendekatan tradisional yang membumi.
Sebelum menuju kantor KPU, mereka akan melaksanakan salat Dhuha di Masjid Jami, sebuah langkah yang mencerminkan spiritualitas dan kesederhanaan.
Dari sana, rombongan akan memulai kirab yang dipenuhi dengan nuansa adat Kutai, dan akan berakhir di bawah Jembatan Kutai Kartanegara, sebelum akhirnya disambut oleh tokoh adat yang akan mengantar mereka ke KPU.
"Kami akan disambut oleh tokoh adat dan dibawa ke kantor KPU," tambah Awang, seolah menggambarkan betapa pentingnya dukungan dari elemen-elemen tradisional di Kukar.
Pasangan petahana, Edi Damansyah dan Rendi Solihin, tidak diragukan lagi menjadi kekuatan besar dalam Pilkada Kukar kali ini. Didukung oleh koalisi partai yang solid, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai Gelora, dengan basis massa yang loyal, akan mendaftar pada Rabu siang, 28 Agustus 2024, sekitar pukul 14.00 WITA.
Juliono Nur Abadi, yang bertindak sebagai Liaison Officer (LO) bagi pasangan ini, menjelaskan bagaimana Edi-Rendi telah mempersiapkan diri untuk momen penting ini.
"Kita di Rabu jam 2 siang ke KPU. Berangkat dari DPC PDI Perjuangan Kukar ke KPU. Massa dari partai dan sebagainya hampir 700 orang. Kami akan long march dari DPC ke KPU," ujarnya.
Namun, yang menarik adalah dukungan yang datang dari berbagai kelompok masyarakat secara organik, tanpa koordinasi resmi. Juliono menambahkan, "Adat kebhinekaan dari berbagai suku ada niatan untuk mengantar secara organik hadir membersamai Edi-Rendi."
Dukungan ini menunjukkan bagaimana Edi-Rendi mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat, menjadikannya kekuatan yang sulit untuk diabaikan dalam Pilkada kali ini.
Sementara itu, pasangan Dendi Suryadi dan Alif Turiadi memilih untuk mendaftar pada Kamis pagi, 29 Agustus 2024. Pasangan ini dikenal sebagai alternatif yang membawa warna baru dalam kompetisi Pilkada Kukar. Mereka tidak hanya didukung oleh partai-partai besar--Golkar, Gerindra, PAN, PKB, Partai Nasdem dan PKS--tetapi juga oleh partai-partai non-parlemen yang melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.
Alif Turiadi, bakal calon wakil bupati, menegaskan bahwa pendekatan mereka berbeda. "Hari Kamis mendaftar, jam 10 pagi. Siapa saja direncanakan hadir, kita terbuka untuk umum siapa saja boleh bersama-sama rakyat. Tak dibatasi," katanya, mencerminkan keterbukaan mereka terhadap partisipasi masyarakat luas.
Partai-partai pendukung seperti Hanura, Perindo, PSI, Ummat, dan Garuda, yang meskipun tidak memiliki kursi di parlemen, memberikan dukungan penuh kepada pasangan ini.
"Semua partai pengusung sudah keluar rekomendasi, insya Allah," lanjut Alif dengan keyakinan bahwa dukungan ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam pertarungan politik yang ketat ini.
Dengan ketiga pasangan yang siap mendaftar, peta politik di Kutai Kartanegara semakin menarik untuk diikuti. Dukungan yang datang dari berbagai lapisan masyarakat, baik secara formal melalui partai politik maupun secara organik dari masyarakat adat, mencerminkan betapa kompleks dan dinamisnya kontestasi Pilkada kali ini.
Ketika proses pendaftaran dimulai, publik Kukar akan menyaksikan awal dari perjalanan panjang yang akan menentukan masa depan daerah ini. Muhammad Rahman dari KPU Kukar menegaskan, "Kami di KPU selalu siap untuk menjalankan proses ini dengan sebaik-baiknya. Semua pasangan memiliki hak yang sama, dan kami di sini untuk memastikan itu terlaksana."
Momen pendaftaran ini akan menjadi babak awal yang menentukan arah pertempuran menuju kursi kepala daerah Kukar, dengan ketiga pasangan calon siap memberikan yang terbaik demi memenangi hati rakyat. (*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko