Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Keceriaan Berubah Duka, Dua Anak Tenggelam di Kolam Bekas Tambang Tenggarong Seberang

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Sabtu, 14 September 2024 | 19:38 WIB
DUKA MENDALAM: Tim pencari dan warga mengevakuasi korban bernama Vegar di kolam bekas tambang di Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang, Kukar. (Foto: Ist)
DUKA MENDALAM: Tim pencari dan warga mengevakuasi korban bernama Vegar di kolam bekas tambang di Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang, Kukar. (Foto: Ist)

 


TENGGARONG SEBERANG - Langit sore Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, tampak muram pada Sabtu, 14 September 2024. Di tengah aktivitas warga yang seolah berjalan seperti biasa, kabar duka tiba-tiba menyebar dengan cepat, mengguncang ketenangan mereka.

Dua bocah dilaporkan tenggelam di kolam bekas tambang yang berada di kawasan L3 RT 16 Blok B, sebuah lokasi yang dulunya menjadi area pertambangan batu bara ilegal.

Suasana pilu dan kepanikan terasa begitu kuat ketika warga berbondong-bondong menuju lokasi kejadian. Di tengah rasa tak percaya dan kengerian yang melanda, sebuah video yang diambil oleh salah satu warga memperlihatkan betapa putus asanya upaya pencarian yang dilakukan secara manual, tanpa peralatan yang memadai.

Warga terlihat berkerumun di sekitar kolam dengan suasana panik, berusaha menemukan dua anak yang dilaporkan tenggelam di kedalaman air.

Kolam yang dulunya merupakan galian tambang batu bara kini berubah menjadi perangkap mematikan bagi anak-anak yang bermain di sekitarnya tanpa pengawasan.

Menurut Yuyun Purwati, Kepala Desa Bangun Rejo, kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Kedua korban yang sudah ditemukan adalah seorang bocah berusia 9 tahun bernama Vegar dan Altaf Abi Putra Zulkarnaen, 10 tahun.

"Vegar ditemukan sekitar pukul 19.00 Wita, kemudian Altaf beberapa saat kemudian," ujar Kapolsek Tenggarong Seberang, IPTU Raymond Juliano William yang ikut turun dalam pencarian korban.

Diungkapkan Raymond, kedua korban diketahui sedang bermain di sekitar kolam bersama dua teman mereka. Keempat bocah ini awalnya bermain di tepi, namun dua di antaranya—Vegar dan Altaf—nekat menuju bagian tengah kolam yang tampak tenang di permukaan, namun rupanya menyimpan ancaman di bawahnya.

Kedalaman kolam yang diperkirakan tidak begitu luas—sekitar 20 meter—ternyata cukup untuk menelan dua bocah tak bersalah ini.

Korban kedua bernama Altaf dievakuasi oleh tim pencarian beberapa saat setelah penemuan korban yang pertama. (Foto: Ist)
Korban kedua bernama Altaf dievakuasi oleh tim pencarian beberapa saat setelah penemuan korban yang pertama. (Foto: Ist)

Kehadiran kolam bekas tambang ini seolah menjadi ironi tersendiri. Setelah aktivitas pertambangan di sana yang kabarnya dihentikan pada tahun 2017, lubang-lubang bekas tambang ini dibiarkan menganga tanpa tindakan nyata untuk menutup atau mengamankan area tersebut.

Akibatnya, kolam yang terbentuk dari sisa-sisa penggalian berubah menjadi tempat bermain bagi anak-anak desa yang tak menyadari bahayanya.

Dalam proses pencarian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Polsek, dan Koramil Tenggarong Seberang turun tangan bersama warga setempat. Sayangnya, pencarian harus dilakukan dengan peralatan yang terbatas. Seorang warga dalam video yang beredar menyebutkan, "Lokasi tenggelamnya anak di belakang galian dekat rumah Mbah Ju, ada dua anak yang tenggelam," ucapnya, menggambarkan betapa dekatnya kolam berbahaya ini dengan pemukiman warga.

Meski Vegar dan Altaf telah ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit, kenyataan bahwa dua anak tersebut meregang nyawa saat sedang bermain, membuat suasana duka terasa begitu memukul. Warga berharap agar Vegar.dan Altaf ditemukan dalam keadaan selamat, namun kenyataan pahit akhirnya harus diterima. Tim pencari telah berusaha sekuat tenaga, namun kondisi medan yang sulit, ditambah dengan kegelapan yang semakin pekat, membuat pencarian menjadi begitu menantang.

Bagi Desa Bangun Rejo, kejadian ini meninggalkan luka mendalam. Kolam-kolam bekas tambang yang seharusnya diamankan, justru menjadi sumber ancaman bagi warga, terutama anak-anak yang tak menyadari bahaya tersembunyi di balik permukaan air yang tampak tenang.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan warga, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas utama. Kolam bekas tambang yang menganga tanpa pengaman harus segera ditangani sebelum lebih banyak nyawa melayang. Dalam kesedihan yang menyelimuti Desa Bangun Rejo, suara tangis dan doa terus mengalun, berharap agar peristiwa serupa tak lagi terulang. (*)

Editor : Thomas Priyandoko
#tenggarong #kukar #Tenggarong Seberang #Peristiwa #kolam bekas tambang #tenggelam